Umat Islam melaksanakan ibadah shalat tahajud pada sepertiga malam terakhir hari Selasa, 21 April 2026, sebagai sarana memohon pertolongan Allah SWT di tengah kesulitan hidup. Amalan sunnah ini dikerjakan minimal dua rakaat setelah seseorang terbangun dari tidur malamnya.
Pelaksanaan ibadah ini didasarkan pada keyakinan bahwa waktu tersebut merupakan momen paling mustajab untuk berdoa. Kedekatan antara seorang hamba dengan Sang Pencipta pada waktu tersebut diyakini mempermudah pengabulan atas segala permohonan yang dipanjatkan, sebagaimana dilansir dari Cahaya.
Nabi Muhammad SAW memberikan penegasan mengenai keistimewaan waktu malam dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim. Beliau menjelaskan adanya waktu khusus di mana setiap permintaan hamba akan dikabulkan oleh Allah SWT.
"Sesungguhnya di waktu malam terdapat satu waktu, ketika seorang hamba muslim bertepatan dengan waktu tersebut, lalu ia memohon kepada Allah kebaikan dunia maupun akhirat, pasti Allah memenuhi permintaannya. Demikian itu terjadi pada setiap malam." sabda Nabi Muhammad SAW.
Selain ketetapan waktu, tata cara memulai ibadah ini diawali dengan pelafalan niat yang tulus karena Allah Ta'ala. Shalat tahajud tidak hanya menekankan pada jumlah rakaat yang dilakukan, tetapi lebih mengedepankan aspek kekhusyukan dan keikhlasan individu dalam beribadah.
"Aku berniat sholat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah Ta'ala" bunyi niat shalat tahajud.
Setelah menyelesaikan rangkaian rakaat shalat, Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus yang berisi pujian mendalam kepada Allah SWT sebagai penguasa semesta. Doa ini mencakup pengakuan atas kebenaran janji Allah, hari kiamat, serta permohonan ampunan atas segala dosa manusia.
"Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, and makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Mahaterdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah." doa Rasulullah SAW.
Ibadah malam ini juga diyakini membawa dampak psikologis positif bagi pelakunya, seperti mendatangkan ketenangan hati yang mendalam. Secara spiritual, konsistensi dalam menunaikan tahajud dipercaya mampu mengangkat derajat seseorang serta membukakan jalan keluar dari berbagai persoalan hidup.