Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia merilis panduan doa bagi jemaah yang hendak berangkat maupun yang menjalankan ibadah di tanah suci pada Minggu, 19 April 2026. Panduan ini bertujuan membekali persiapan spiritual jemaah demi meraih predikat haji mabrur melalui rangkaian bacaan doa sesuai tradisi Islam.
Sebagaimana dilansir dari Detikcom, dokumentasi doa ini disusun berdasarkan rujukan resmi kementerian dan literatur fiqih. Pentingnya doa ditekankan sebagai bentuk permohonan perlindungan fisik serta mental bagi jemaah selama menempuh perjalanan jauh menuju Makkah dan Madinah.
Dalam buku Fiqh As Sunnah karya Sayyid Sabiq, terdapat doa khusus bagi keluarga yang melepaskan keberangkatan sanak saudara mereka ke tanah suci.
"Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosa-dosamu, dan memudahkanmu di mana saja engkau berada." ujar HR At-Tirmidzi.
Kutipan tersebut menjadi salah satu landasan doa yang dianjurkan untuk diucapkan saat melepas keberangkatan. Selain itu, Ali Manshur dalam buku Untaian Mutiara Doa Solusi Problematika Umat turut mencantumkan permohonan inti bagi setiap muslim yang berhaji.
"Ya Allah, jadikanlah ia (ibadah) sebagai ibadah haji yang mabrur dan dosa yang diampuni." kata Ali Manshur.
Penjelasan lebih lanjut mengenai keselamatan jemaah selama di perjalanan juga ditemukan dalam catatan A R Shohibul Ulum melalui buku Kitab Doa Harian Rasulullah.
"Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah." kutip HR At-Tirmidzi dan Ahmad.
Panduan tersebut mencakup doa-doa teknis saat jemaah berada di kendaraan, seperti doa saat kendaraan mulai bergerak yang diawali dengan basmalah dan takbir.
"Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allah Mahabesar. Allah Mahabesar. Allah Mahabesar." tulis panduan tersebut.
Ibadah inti di tanah suci juga dilengkapi dengan bacaan khusus, termasuk saat jemaah melakukan wukuf di Arafah untuk memohon kemuliaan di hadapan malaikat.
"Ya Allah, hanya kepada-Mulah aku menghadap, dengan-Mulah aku berpegang teguh, pada-Mulah aku berserah diri. Ya Allah, jadikanlah aku menjadi bagian dari orang yang hari ini Engkau banggakan di hadapan Malaikat-Mu. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu." bunyi doa tersebut.
Seluruh rangkaian doa ini diharapkan dapat dipraktikkan secara konsisten oleh jemaah untuk menjaga fokus spiritual selama prosesi ibadah haji berlangsung.