PAM Jaya Atasi Keluhan Air Bersih di Rawa Buaya Jakarta Barat

PAM Jaya Atasi Keluhan Air Bersih di Rawa Buaya Jakarta Barat
Foto: Ilustrasi PAM Jaya Atasi Keluhan Air Bersih di Rawa Buaya Jakarta Barat.

Perumda Air Minum Jaya (PAM Jaya) melakukan peninjauan langsung dan menerapkan langkah teknis untuk mengatasi gangguan distribusi air di wilayah RW 02 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu (15/4/2026). Langkah tersebut diambil guna menindaklanjuti keluhan warga mengenai kondisi air yang sering keruh, berbau, dan hanya mengalir pada dini hari.

Sebagaimana dilansir dari Megapolitan, perusahaan daerah tersebut telah mengoperasikan pompa pendorong sebagai solusi awal untuk meningkatkan tekanan distribusi air ke rumah-rumah warga. Tindakan ini mulai menunjukkan dampak positif pada sejumlah fasilitas umum di lokasi terdampak.

Ketua RW 02 Rawa Buaya, Suntama, memberikan apresiasi atas respons cepat tim di lapangan yang segera menangani masalah sanitasi tersebut sejak pagi hari.

"Alhamdulillah per hari ini sudah agak mendingan (kualitas airnya). Tadi dari PAM Jaya juga hadir, rekan-rekan semua, ibaratnya digerebek dalam rangka untuk menangani air PAM yang keluar kotor dan keruh," ungkap Suntama.

Distribusi air di beberapa titik, termasuk mushola setempat, dilaporkan mulai lancar setelah proses pendorongan aliran dari reservoir dilakukan secara intensif mulai pukul 09.00 WIB.

"Tadi juga air sudah mulai bagus yang keluar di RT terutama di mushola, karena didorong langsung dari pagi dari jam 9 sampai saat ini mungkin masih didorong terus dua titik," jelas Suntama.

Berdasarkan hasil koordinasi antara PAM Jaya dengan pengurus lingkungan, terdapat tiga skema perbaikan yang ditawarkan. Skema pertama difokuskan pada penambahan instalasi pompa di area RT 001 dan RT 07.

"Solusi yang pertama adalah dibuatkan pompa pendorong daripada air PAM yang ada di wilayah, seperti yang ada di wilayah RT 001 yang sudah dikerjakan. Satu lagi dipasang di RT 07 yang ada rumah PHB Bojong itu sebelahnya," ucapnya.

Meskipun demikian, rencana penempatan pompa tambahan di titik kedua masih menunggu kepastian terkait izin penggunaan lahan dari pemilik area tersebut.

"Itu apakah dapat izin dari yang punya lahan apa nggak, makanya kita kan masih tetap berusaha," sambungnya.

Selain masalah tekanan, PAM Jaya menduga adanya kebocoran pipa yang menyebabkan kontaminasi air. Solusi kedua yang disiapkan adalah metode penyuntikan cairan khusus guna menutup lubang pada jaringan perpipaan tanpa harus melakukan penggalian besar.

"Karena kan kalau yang namanya PAM nggak mungkin dia mengalirkan air kotor atau air bau, karena memang sudah terjamin kesehatannya. Jadi setiap air PAM yang keluar kalau memang tidak ada kebocoran pipa pasti mengalir jernih. Karena saya sendiri ada di depan nih pak, rumah saya, itu nggak terpengaruh sama sekali," tuturnya.

Opsi terakhir yang disiapkan adalah revitalisasi total jaringan pipa. Namun, pihak RW berharap langkah ini menjadi pilihan paling akhir mengingat infrastruktur jalan di wilayah tersebut baru saja selesai diperbaiki oleh pemerintah daerah.

"Mudah-mudahan jangan sampai solusi yang ketiga dilaksanakan, karena kalau sampai solusi yang ketiga dilaksanakan dan nggak bisa, akan rusak jalan saya, wilayah saya yang sudah dikerjakan sama Sudin Perumahan," ungkapnya.

Permasalahan air di Rawa Buaya ini diketahui telah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama dan menjadi aspirasi utama masyarakat terkait kebutuhan dasar hidup.

"Sekarang kan masalahnyna dia matinya bukan sehari, seminggu, sebulan, udah lama itu. Ya mudah-mudahan (pompa terpasang dan air lancar terus). Ini untuk kepentingan masyarakat, untuk kepentingan umat bicara air," tutup Suntama.

Artikel terkait

Rekomendasi