Pemerintah Pakistan mulai mematangkan kesiapan prasarana untuk memfasilitasi pertemuan diplomatik putaran kedua antara Amerika Serikat dan Iran yang direncanakan berlangsung di Islamabad. Langkah ini dilakukan di tengah upaya stabilisasi hubungan kedua negara melalui jalur negosiasi di wilayah netral.
Otoritas keamanan setempat melakukan pengetatan pengawasan secara masif di berbagai titik vital ibu kota menjelang pelaksanaan dialog tersebut. Dilansir dari Kompas, penempatan personel bersenjata kini terkonsentrasi di area strategis guna menjamin kelancaran pertemuan yang sangat dinantikan oleh komunitas internasional.
Pengamanan ketat terlihat di sekitar Istana Kepresidenan serta Hotel Serena yang sebelumnya telah digunakan sebagai lokasi perundingan tahap awal. Petugas keamanan juga mendirikan sejumlah pos pemeriksaan tambahan dan melakukan penggeledahan menyeluruh terhadap kendaraan yang melintas di kawasan tersebut.
Meskipun persiapan logistik dan keamanan terus berjalan di Pakistan, pihak Teheran justru memberikan sinyal yang berbeda. Pemerintah Iran memberikan pernyataan resmi terkait posisi mereka dalam merespons rencana pertemuan jilid dua ini di tengah situasi ketegangan yang masih menyelimuti hubungan kedua pihak.
"Iran belum membuat kesepakatan apa pun terkait rencana perundingan putaran kedua di akhir masa gencatan senjata," ujar Esmail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran.
Penegasan tersebut menunjukkan bahwa hingga saat ini Iran belum memiliki agenda resmi untuk menghadiri meja perundingan dengan Amerika Serikat. Sikap ini muncul sebagai respons atas dinamika eskalasi yang masih terjadi di antara kedua negara tersebut meskipun fasilitas prasarana di Islamabad telah disiapkan.