Ormas Islam Dukung Jusuf Kalla Terkait Dugaan Penistaan Agama

Ormas Islam Dukung Jusuf Kalla Terkait Dugaan Penistaan Agama
Foto: Ilustrasi Ormas Islam Dukung Jusuf Kalla Terkait Dugaan Penistaan Agama.

Sebanyak 40 pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam mendatangi kediaman Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa (28/4/2026) malam. Pertemuan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan moral menyusul pelaporan dugaan penistaan agama yang menyeret namanya.

Pertemuan silaturahmi tersebut berlangsung selama kurang lebih tiga jam, mulai pukul 20.00 WIB hingga 23.00 WIB, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Kehadiran para tokoh ini dipicu oleh kegelisahan terhadap situasi hukum yang menimpa Jusuf Kalla (JK) belakangan ini.

"Didasari oleh rasa tak enak di kalangan tokoh-tokoh Islam bahwa terakhir ini yang banyak membela Bapak Jusuf Kalla adalah para tokoh-tokoh Kristiani, baik PGI, dari PGI maupun KWI. Maka pimpinan ormas-ormas Islam merasa tergerak untuk bersilaturahmi membicarakan apa yang terjadi terakhir ini," kata salah satu tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin yang dikutip dari laporan CNN Indonesia pada Kamis (30/4/2026).

Din Syamsuddin menjelaskan bahwa persoalan ini bermula dari pidato JK di Universitas Gadjah Mada (UGM) beberapa waktu lalu. Menurutnya, penyebaran potongan video pidato tersebut bersifat provokatif sehingga memicu keriuhan di ruang publik.

"Maka oleh karena itu, ada dari kalangan ormas-ormas Islam para advokat yang akan menuntut yang bersangkutan, karena sebenarnya bukan pertama kali, sudah berkali-kali menyebar fitnah dan mengadu domba antar umat beragama," sambung Din.

Pihak ormas Islam telah menyiapkan langkah hukum melalui sejumlah advokat untuk mengawal kasus ini. Din menegaskan terdapat rencana untuk melaporkan balik pihak pelapor JK dalam waktu dekat.

"Itu terserah advokat nanti. Dalam waktu dekat, mungkin di dalam bulan April ini juga, atau paling lama awal Mei nanti itu," ungkap Din.

Sebelum pertemuan dengan ormas Islam ini, berbagai elemen juga telah menyatakan sikap serupa di kediaman JK pada Senin (27/4/2026). Kelompok yang hadir terdiri dari KAHMI, organisasi kepemudaan seperti HMI, PMII, GMKI, PMKRI, hingga perwakilan organisasi Katolik.

Artikel terkait

Rekomendasi