Orangtua Perlu Memperhatikan Transparansi Bahan Susu Pertumbuhan Anak

Orangtua Perlu Memperhatikan Transparansi Bahan Susu Pertumbuhan Anak
Foto: Ilustrasi Orangtua Perlu Memperhatikan Transparansi Bahan Susu Pertumbuhan Anak.

Kesadaran para orangtua terhadap asupan nutrisi untuk buah hati kini tengah memasuki babak baru. Mereka dituntut untuk bersikap lebih kritis dalam memahami komposisi bahan serta proses di balik pembuatan susu pertumbuhan, bukan sekadar terpikat oleh promosi kemasan.

Seperti dikutip dari Media Indonesia, kandungan gula tambahan saat ini menjadi perhatian utama. Konsumsi gula yang berlebihan pada masa pertumbuhan diperingatkan oleh para ahli kesehatan karena dapat berdampak buruk bagi pola makan dan kesehatan anak dalam jangka panjang.

Membiasakan diri untuk mencermati sumber protein serta jenis gula yang digunakan dalam produk menjadi hal yang krusial bagi orangtua. Informasi penting ini sering kali tidak terlihat secara langsung karena berada di balik daftar komposisi yang panjang.

"Banyak orangtua fokus pada klaim di bagian depan kemasan, padahal informasi penting justru sering ada di daftar komposisi. Orangtua perlu memperhatikan sumber protein, jenis gula yang digunakan, serta kandungan tambahan lainnya agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan anak," ujar Nutrition Partnership and Research Manager AceKid Indonesia, Ratri Aryanti, S.Tr.Gz. dalam kegiatan Media Gathering AceKid di Jakarta.

Ratri Aryanti menjelaskan bahwa karakteristik setiap jenis gula tidaklah sama. Laktosa merupakan gula alami yang sudah terkandung di dalam susu, tetapi tidak sedikit produk di pasaran yang menambahkan jenis pemanis lain demi meningkatkan cita rasa.

Keterangan komponen bahan dan proses produksi susu anak
KomponenKeterangan
Laktosa (secara alami terdapat dalam susu).Sukrosa, sirup jagung, maltodextrin (perlu diwaspadai).
Suhu tinggi dan proses panjang dapat memengaruhi struktur protein.Kemudahan menelusuri sumber bahan baku (traceability).

Transparansi dan Inovasi Produksi

Menanggapi besarnya kebutuhan terhadap keterbukaan informasi, FEIHE melalui brand AceKid menghadirkan sistem produksi yang lebih terintegrasi di Indonesia. Langkah ini diwujudkan melalui penggunaan formula susu utuh alami, sumber susu yang dapat dilacak, serta metode pengolahan langsung.

Menurut Southeast Asia Marketing Director FEIHE, Lucine Chen, kalangan orangtua saat ini memiliki keinginan kuat untuk memahami asal-usul sumber susu serta bagaimana mutu bahan baku tersebut dijaga selama masa produksi.

Pandangan serupa disampaikan oleh Marketing Director AceKid Indonesia, Lucky Zheng, yang menilai popularitas sebuah merek kini tidak lagi menjadi satu-satunya tolok ukur bagi konsumen.

"Kami ingin memperkenalkan perspektif baru bahwa memilih susu formula adalah tentang transparansi sumber susu dan kualitas bahan baku. Pendekatan one-step fresh mengolah susu segar secara langsung menjadi formula dalam satu alur produksi untuk menjaga kesegaran nutrisi," jelas Lucky Zheng.

Teknologi Pelacakan Bahan Baku

Penerapan konsep pelacakan sumber susu menjadi salah satu inovasi yang diunggulkan dalam industri ini. Melalui pemindaian kode QR yang tertera di bagian bawah kemasan, orangtua dapat memantau seluruh perjalanan produk dari peternakan hingga sampai ke tangan konsumen.

Brand Manager AceKid Indonesia, Novita Utomo, menyatakan bahwa keterbukaan informasi semacam ini menjadi kunci utama untuk membangun kepercayaan konsumen yang kini semakin detail dalam mencari informasi produk.

Selain mengutamakan aspek transparansi, formulasi yang diproduksi juga mulai menghindari penggunaan sukrosa, maltodextrin, sirup jagung, hingga perisa sintetik. Teknologi pelarutan cepat turut diterapkan guna memastikan bubuk susu dapat menyatu merata dengan air secara praktis saat disajikan.

Konsultasi Medis Tetap Utama

Walaupun pilihan produk di pasar kini semakin beragam, orangtua diingatkan agar tidak semata-mata mengikuti tren yang berkembang di media sosial. Karakteristik fisik dan kesehatan setiap anak bersifat unik, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat alergi atau intoleransi pencernaan.

"Pemilihan susu sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing anak. Orangtua sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar pilihan nutrisinya lebih tepat," tutur Ratri Aryanti.

Kebutuhan nutrisi terbaik bagi bayi pada dasarnya tetap bersumber dari Air Susu Ibu (ASI). Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan sangat direkomendasikan oleh WHO demi mendukung proses tumbuh kembang yang paling optimal.

Artikel terkait

Rekomendasi