Pola pikir optimistis secara signifikan meningkatkan peluang seseorang untuk mencapai usia 85 tahun ke atas berdasarkan data penelitian yang dirilis pada Kamis, 16 April 2026. Temuan ini mengaitkan kebiasaan berpikir positif dengan umur panjang yang lebih stabil dibandingkan individu yang cenderung pesimistis.
Data yang dihimpun dari publikasi Agustus 2019 menunjukkan bahwa sikap optimistis mampu memperpanjang usia sekitar 11 hingga 15 persen. Dilansir dari Detik Health, penelitian lainnya pada Oktober 2022 mencatat wanita di Amerika Serikat dengan pandangan positif hidup 4,4 tahun lebih lama.
Neuropsikolog Karen D Sullivan menekankan bahwa dampak dari pandangan hidup yang baik tidak hanya terbatas pada kondisi psikis, melainkan menyentuh fungsi organ tubuh secara menyeluruh. Hal ini meminimalkan risiko gangguan kesehatan yang bersifat jangka panjang.
"Memiliki pandangan yang positif dan optimis mengurangi risiko kita terkena penyakit kronis dan memberi kita peluang lebih besar untuk hidup melewati usia 85 tahun," jelas Karen D Sullivan, Neuropsikolog.
Sullivan menambahkan bahwa kekuatan dari manajemen pikiran tersebut memberikan pengaruh besar pada pemeliharaan kesehatan fisik. Di sisi lain, faktor tekanan mental atau stres diidentifikasi sebagai pemicu utama percepatan proses penuaan pada sel tubuh.
Direktur Senior Program Kesehatan Otak dan Gaya Hidup di Pacific Neuroscience Institute, Karen Miller, menjelaskan bahwa peradangan yang dipicu oleh stres menjadi akar masalah fisik dan kognitif. Aktivitas fisik dan spiritual menjadi metode efektif untuk meredam reaksi tersebut.
"Jadi, ketika kita berpikir positif dan terlibat dalam perilaku positif, seperti meditasi, yoga, berpartisipasi dalam praktik keagamaan, keluar dan berjalan-jalan, berolahraga, atau menikmati udara segar," beber Karen Miller, Direktur Senior Program Kesehatan Otak dan Gaya Hidup di Pacific Neuroscience Institute.
Miller berpendapat bahwa kombinasi antara pikiran tenang dan gaya hidup aktif secara langsung akan menekan tingkat inflamasi dalam sistem tubuh. Hal ini menjadi kunci utama dalam menghambat penurunan fungsi tubuh akibat bertambahnya usia.
"Semua itu hal yang menurunkan stres kita dan menurunkan tingkat peradangan kita," lanjut Karen Miller.