Tim dokter RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi melaksanakan tindakan operasi bagi korban kecelakaan antara KRL Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek pada Selasa (28/4/2026). Dilansir dari Megapolitan, proses pembedahan ini difokuskan pada belasan penumpang yang menderita luka berat akibat insiden di emplasemen Stasiun Bekasi Timur tersebut.
Wakil Direktur Utama Pelayanan Medik RSUD Kota Bekasi, dr. Sudirman, mengonfirmasi bahwa terdapat 15 pasien yang membutuhkan penanganan bedah karena mengalami cedera serius. Pada tahap awal yang berlangsung Selasa malam, pihak rumah sakit telah merampungkan operasi untuk lima orang korban.
"Hari ini kita mengoperasi itu sekitar lima korban. Iya, yang luka berat," ujar Sudirman.
Manajemen rumah sakit memutuskan untuk menjadwalkan operasi bagi 10 pasien luka berat lainnya pada Rabu (29/4/2026). Keputusan penundaan ini diambil agar tim medis memiliki waktu yang cukup untuk melakukan observasi mendalam serta memastikan keakuratan diagnosis melalui hasil pemindaian medis.
"Ya, sisanya besok lah, sambil ada yang masih diobservasi juga supaya diagnosanya benar-benar tegak, dari CT Scan dan rontgen-nya," jelas Sudirman.
Berdasarkan data terkini, jumlah pasien yang masih menjalani rawat inap di RSUD Kota Bekasi tercatat sebanyak 23 orang. Angka ini merupakan sisa dari total 54 pasien yang sebelumnya sempat dievakuasi ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) sejak Senin malam.
"Kita saat ini merawat 23 pasien ya. Kemudian yang luka berat itu 17 pasien. Sisanya luka sedang, kalau yang luka ringan sudah dipulangkan," ucapnya.
Mayoritas pasien luka berat dilaporkan menderita cedera pada bagian kepala akibat benturan keras saat insiden tabrakan terjadi. Kondisi tersebut menyebabkan hampir seluruh pasien dalam kategori ini memerlukan tindakan pembedahan segera.
"Rata-rata iya, luka berat itu operasi. Paling hanya satu atau dos yang enggak memerlukan operasi, kurang lebih berarti segitu (15 yang memerlukan operasi)," kata Sudirman.
Sementara itu, pasien yang mengalami luka sedang umumnya terdiagnosa menderita patah tulang pada bagian kaki dan tangan. Sudirman memproyeksikan masa pemulihan bagi pasien dengan kategori luka berat akan memakan waktu sekitar lima hingga tujuh hari di rumah sakit.
"Kalau luka sedang biasanya tiga sampai empat hari kira-kira," kata Sudirman.
Kecelakaan maut ini melibatkan KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dan KA Argo Bromo Anggrek relasi GambirÔÇôSurabaya Pasar Turi pada Senin malam pukul 20.52 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan 15 orang meninggal dunia dan 84 orang luka-luka, sementara 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dinyatakan selamat.