Induk perusahaan ChatGPT, OpenAI, dilaporkan tengah mengembangkan chip smartphone buatan sendiri guna mengoptimalkan pemrosesan kecerdasan buatan (AI) pada perangkat seluler. Langkah ambisius perusahaan yang dipimpin Sam Altman ini melibatkan kolaborasi strategis dengan produsen semikonduktor global, Qualcomm dan MediaTek, sebagaimana dilansir dari Tekno.
Proses pengembangan ini berfokus pada pembuatan System-on-Chip (SoC) kustom yang akan menjadi otak bagi perangkat generasi baru. Perangkat yang dijuluki sebagai "AI Agent Phone" tersebut dirancang untuk mengeksekusi berbagai instruksi secara otomatis dengan efisiensi tinggi tanpa memerlukan banyak intervensi dari pengguna.
Analis TF International Securities, Ming-Chi Kuo, mengungkapkan informasi ini melalui unggahan di platform media sosial miliknya. Pengembangan komponen ini menandai pergeseran fokus dari chipset konvensional yang biasanya menitikberatkan pada kinerja unit pemrosesan grafis (GPU) dan prosesor sentral (CPU).
"AI Agent Phone" ujar Kuo dalam akun X miliknya.
Rencana OpenAI ini menyerupai strategi Google yang menggunakan chip Tensor pada ponsel Pixel untuk memperkuat kemampuan pembelajaran mesin. Melalui kerja sama dengan vendor chip yang sudah mapan, OpenAI diprediksi dapat menghindari kompleksitas pembangunan arsitektur prosesor dari titik nol yang memakan biaya besar.
Meskipun sebelumnya OpenAI telah bekerja sama dengan Broadcom untuk memproduksi chip pusat data, proyek terbaru ini sepenuhnya difokuskan pada segmen konsumer seluler. Inisiatif tersebut sejalan dengan tren perusahaan teknologi besar lainnya yang mulai memproduksi perangkat keras sendiri demi memangkas ketergantungan pada pihak ketiga.
Produksi massal untuk komponen semikonduktor ini diperkirakan baru akan dimulai pada tahun 2028 mendatang. Perusahaan manufaktur asal China, Luxshare, disebut telah ditunjuk sebagai mitra produksi eksklusif untuk merealisasikan perangkat keras tersebut.
Spesifikasi teknis serta peta jalan rantai pasok komponen dijadwalkan selesai difinalisasi antara akhir 2026 atau awal 2027. Kendati demikian, OpenAI masih harus menghadapi tantangan besar terkait integrasi sistem dan persaingan ketat dari produsen ponsel mapan seperti Apple dan Google yang juga mengintegrasikan AI ke dalam ekosistem mereka.