PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) atau OK Bank secara resmi melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), serta Public Expose di Jakarta.
Agenda rapat tersebut membahas beberapa poin krusial, seperti pengesahan Laporan Tahunan Perseroan tahun buku 2025, laporan pengawasan komisaris, laporan keuangan, hingga penetapan penggunaan laba bersih dan perombakan jajaran pengurus.
Seperti diberitakan oleh Keuangan, pemegang saham menyepakati pengangkatan Sonny Firdaus Manopo sebagai Direktur Bisnis menggantikan Vincentia M Djuniwati Wijaya yang masa jabatannya telah berakhir, serta mengangkat kembali Chairudin sebagai Komisaris Independen.
Perubahan tersebut membuat struktur kepengurusan terbaru OK Bank kini diisi oleh kombinasi profesional di bidang perbankan.
Berikut adalah susunan lengkap Dewan Komisaris dan Direksi PT Bank Oke Indonesia Tbk terbaru:
| Nama Pengurus | Jabatan |
|---|---|
| Sang Ton Sim | Komisaris Utama |
| Sondang Martha Samosir | Komisaris Independen |
| Chairudin | Komisaris Independen |
| Kang Kong Joo | Direktur Utama |
| Hendra Lie | Wakil Direktur Utama |
| Sonny Firdaus Manopo | Direktur Bisnis |
| Jong Ha Lee | Direktur Kredit |
| Efdinal Alamsyah | Direktur Kepatuhan |
Alokasi Laba Bersih dan Target Pertumbuhan 2026
Selain merombak pengurus, RUPS menetapkan penggunaan laba bersih tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 senilai Rp159.974.571.293.
Direksi perseroan mendapat kuasa untuk menyisihkan hingga 20 persen dari laba tersebut sebagai cadangan, sementara sisa dana dimasukkan ke dalam saldo laba ditahan demi memperkuat struktur permodalan perusahaan.
Dalam sesi public expose, Wakil Direktur Utama OK Bank Hendra Lie mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2026 perseroan akan berfokus pada penguatan aset sebagai landasan utama pertumbuhan berkelanjutan, mendongkrak profitabilitas, serta memperkokoh liabilitas dan pendanaan.
Langkah strategis ini diambil menyusul pencapaian performa keuangan yang impresif pada tahun buku sebelumnya.
"Kinerja keuangan OK Bank Indonesia pada 2025 menunjukkan pertumbuhan cukup positif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, baik dari sisi aset, penyaluran kredit, penghimpunan dana, maupun profitabilitas.," ujarnya.
Berdasarkan data keuangan 2025, total aset OK Bank melonjak menjadi Rp13,42 triliun dari Rp11,87 triliun pada 2024 dan Rp11,07 triliun pada 2023.
Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh menjadi Rp8,98 triliun dari posisi Rp7,54 triliun pada tahun sebelumnya, yang menandakan penguatan kepercayaan nasabah.
Sektor penyaluran kredit ikut terkerek naik mencapai Rp10,73 triliun pada 2025 dibandingkan dengan perolehan Rp9,30 triliun pada periode 2024.
Pendapatan bunga bersih perseroan tercatat mendaki di angka Rp688,88 miIiar, dengan perolehan laba bersih yang melompat signifikan ke angka Rp159,98 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp49,99 miliar.
Dari aspek rasio profitabilitas, Return on Asset (RoA) meningkat ke posisi 1,70 persen dan Return on Equity (RoE) naik ke level 4,35 persen.
Sementara Net Interest Margin (NIM) berada di level 5,67 persen, sedikit melampaui raihan tahun lalu, dibarengi tingkat Capital Adequacy Ratio (CAR) yang sehat di posisi 42,21 persen.