Otoritas Jasa Keuangan atau OJK meningkatkan kolaborasi lintas sektor melalui program Pengembangan Ekonomi Daerah demi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Langkah strategis ini dilakukan di Jakarta pada Senin (25/5/2026) guna memaksimalkan potensi komoditas unggulan di berbagai wilayah.
Program tersebut fokus pada sektor agrikultur, ekonomi kreatif, pariwisata, serta usaha mikro kecil dan menengah. Seperti dilansir dari Investortrust, inisiatif ini dirancang untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang dinamis melalui optimalisasi potensi lokal.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menjelaskan bahwa program ini telah diimplementasikan di puluhan wilayah di tanah air.
"Hingga saat ini PED sudah ada di 40 kabupaten kota dan daerah di seluruh Indonesia. Program-program ini mengusung keberlanjutan melalui pelaksanaan yang kontinu, perluasan pendalaman pasar serta pemberian manfaat nyata bagi masyarakat, pemerintah daerah dan pelaku usaha," ujarnya.
Ekosistem kemitraan tersebut akan terus dikembangkan melalui kantor regional OJK agar tumbuh lebih kuat. OJK juga mendorong sektor keuangan agar menyalurkan pembiayaan produktif yang mampu memberi nilai tambah pada komoditas lokal.
Sinergi antarsektor dipandang sebagai langkah krusial dalam menyelaraskan potensi wilayah dengan sistem pembiayaan yang tepat.
"Pertama, tentu yang kita harus lakukan adalah melakukan kolaborasi dan sinergi lintas sektor yang menjadi kunci untuk memastikan potensi unggulan di daerah dapat ditransformasikan menjadi pembiayaan produktif yang berdampak nyata," katanya.
Sebelum menyalurkan pembiayaan, OJK terlebih dahulu melakukan pemetaan menyeluruh terhadap potensi daerah, termasuk sektor pertanian dan perikanan. Prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta business judgement tetap diterapkan secara ketat dalam proses ini.
Upaya pengembangan tersebut ditunjang oleh koordinasi kebijakan yang melibatkan pemda, kementerian, lembaga jasa keuangan, hingga asosiasi.
"Untuk menghasilkan pipeline pembiayaan yang tepat sasaran feasible, bankable dan tentunya berdampak," ujar Friderica.
Penyaluran dana didukung melalui berbagai saluran lembaga keuangan seperti bank umum, bank pembangunan daerah, pasar modal, asuransi, hingga layanan teknologi finansial. OJK memproyeksikan program ini mampu menstimulasi investasi, produktivitas, lapangan kerja, dan aktivitas ekspor.
Melalui berbagai indikator capaian tersebut, target utama yang ingin diraih adalah peningkatan taraf hidup masyarakat.
"Program pengembangan ekonomi daerah ini kita harapkan menghasilkan output ekonomi berupa peningkatan investasi, kemudian produktivitas, serapan kerja, ekspor dan kesejahteraan yang tentu saja tujuan utama kita adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Friderica.
Friderica meyakini fondasi ekonomi nasional yang tangguh berakar dari kekuatan ekonomi tingkat daerah.
"Justru inilah saat kita membuktikan bahwa kekuatan Indonesia salah satunya adalah dari kekuatan ekonomi di daerahnya," ucapnya.
Sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat menjadi penopang utama kemajuan pembangunan nasional ke depan.
"Mari kita cintai Indonesia dengan bersama-sama bersinergi, berkolaborasi, mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah yang nantinya kita harapkan akan menyokong pertumbuhan ekonomi nasional supaya Indonesia ke depan semakin maju dan semakin sejahtera," sambung Friderica.