Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penyaluran kredit pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia mulai membaik pada Maret 2026. Data otoritas menunjukkan realisasi kredit sektor ini berhasil berbalik arah menuju zona ekspansi setelah mengalami penurunan pada bulan sebelumnya.
Nilai total kredit UMKM yang disalurkan perbankan menembus angka Rp1.498,64 triliun, seperti dilansir dari Investortrust. Angka capaian tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 0,12 persen secara tahunan (year on year/yoy). Kondisi ini berbalik dari capaian Februari 2026 yang masih mengalami kontraksi sebesar 0,56 persen.
Kualitas pembiayaan pada sektor ini juga dilaporkan masih berada dalam batas aman. Risiko kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) perbankan untuk segmen UMKM dapat ditekan pada level 4,60 persen. Kondisi tersebut bertahan di tengah guncangan daya beli masyarakat serta fluktuasi perekonomian domestik.
Pendorong utama perbaikan kinerja pembiayaan ini ditopang oleh beberapa sektor ekonomi strategis. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang pertumbuhan tertinggi dengan nilai Rp11,91 triliun atau naik 4,20 persen.
Sektor aktivitas keuangan dan asuransi menyusul dengan peningkatan signifikan sebesar Rp8,10 triliun atau tumbuh hingga 65,40 persen. Selain itu, sektor penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum turut memberikan kontribusi positif dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar Rp2,53 triliun atau setara 3,50 persen.