Nia Anggraini Kembangkan Usaha Tahu Sukses Berdayakan Ekonomi Keluarga

Nia Anggraini Kembangkan Usaha Tahu Sukses Berdayakan Ekonomi Keluarga
Foto: Ilustrasi Nia Anggraini Kembangkan Usaha Tahu Sukses Berdayakan Ekonomi Keluarga.

Usaha mikro yang dikelola secara tekun mampu bertransformasi menjadi pilar finansial utama bagi keluarga. Kisah inspiratif ini datang dari Nia Anggraini, seorang pengusaha asal Purwogondo, Kartasura, yang sukses membesarkan bisnis pembuatan tahu.

Seperti dikutip dari Investortrust, Nia awalnya berprofesi sebagai tenaga pemasar. Titik balik kehidupannya dimulai saat ia mengambil cuti melahirkan dan mencoba merintis usaha tahu secara sederhana untuk mengisi waktu luang di rumah.

Menjalankan peran ganda sebagai ibu rumah tangga sekaligus pebisnis mendatangkan tantangan besar bagi Nia. Proses produksi tahu yang menuntut ketelatenan tinggi harus diseimbangkan dengan perhatian untuk keluarga kecilnya.

Langkah bisnis Nia semakin mantap setelah mengenal program PNM Mekaar. Ia tergerak bergabung setelah melihat para tetangganya memperoleh manfaat permodalan dari program tersebut, terutama saat menghadapi masa sulit pandemi Covid-19.

Ekosistem ultra mikro yang diperkuat PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) ini memberikan dampak positif yang nyata bagi perkembangan usahanya.

"Yang paling terasa adalah networking yang semakin luas," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (16/4/2026).

Pengalaman berharga didapatkan Nia ketika terpilih masuk dalam Senyum Incubation Program pada tahun 2024. Selama empat bulan di Rumah BUMN Yogyakarta, ia memperoleh pendampingan intensif dari sinergi BUMN antara BRI, Pegadaian, dan PNM.

Suntikan modal dari PNM Mekaar juga menjadi penyelamat bisnis Nia saat pembatasan aktivitas akibat pandemi melanda. Berkat bantuan tersebut, roda produksi tahu miliknya tetap bisa berjalan demi memenuhi permintaan pasar.

Bisnis yang dirintis sejak tahun 2014 ini sekarang dikelola Nia bersama suami dan anggota keluarga lainnya. Pendapatan dari penjualan tahu kini menjadi penopang utama kebutuhan rumah tangga, termasuk untuk biaya pendidikan anak.

Bagi Nia, kemandirian finansial memberikan ruang bagi perempuan untuk maju dan membantu perekonomian keluarga tanpa harus menelantarkan peran domestik mereka.

Pertumbuhan usaha sejenis juga terekam dalam data performa Holding Ultra Mikro. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 1,4 juta debitur PNM berhasil menaikkan skala kelas usaha mereka.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa perseroan terus memperkuat peran dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui sinergi dalam Holding Ultra Mikro.

"BRI bersama PNM dan Pegadaian berkomitmen menghadirkan ekosistem yang terintegrasi, tidak hanya melalui akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan dan pemberdayaan yang berkelanjutan. Kami percaya perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga dan nasional," ujarnya.

Ke depan, Nia berharap bisa memperluas lini bisnis tahu miliknya, serta berharap BRI dan PNM Mekaar terus konsisten memberikan dukungan inklusif bagi pelaku usaha ultra mikro.

"Usaha yang baik adalah usaha yang dijalankan, bukan hanya yang dipikirkan. Semoga keberuntungan selalu menyertai perempuan yang ingin membantu memperbaiki ekonomi keluarga," tuturnya.

Artikel terkait

Rekomendasi