Sebanyak 16 negara dengan mayoritas penduduk muslim secara resmi mengecam tindakan Israel yang mengutus Michael Lotem sebagai Duta Besar untuk Somaliland pada Rabu (15/4/2026). Langkah diplomatik tersebut dinilai telah menciderai integritas teritorial dan kedaulatan Republik Federal Somalia.
Kecaman kolektif ini ditandatangani oleh para Menteri Luar Negeri dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Arab Saudi, Turki, hingga Palestina. Dilansir dari Detikcom, pengiriman duta besar ini merupakan tindak lanjut dari pengakuan sepihak Israel terhadap kemerdekaan Somaliland pada Desember 2025 lalu.
"Kami sangat mengecam pengangkatan utusan diplomatik Israel ke wilayah yang disebut Somaliland. Kami menganggapnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan, persatuan, dan integritas teritorial Republik Federal Somalia," tulis pernyataan para Menlu tersebut.
Para diplomat tinggi tersebut menegaskan bahwa Somaliland secara internasional masih dipandang sebagai bagian dari kesatuan negara Somalia. Mereka menolak segala bentuk pengakuan diplomatik yang mengabaikan otoritas pemerintah pusat di Mogadishu.
"Kami menegaskan kembali penolakan kategoris kami terhadap semua tindakan sepihak yang melanggar persatuan atau kedaulatan negara," tulis pernyataan tersebut.
Pernyataan bersama ini juga menyoroti potensi gangguan stabilitas di wilayah Tanduk Afrika akibat kebijakan luar negeri Israel tersebut. Para Menteri Luar Negeri memperingatkan bahwa preseden ini dapat memicu konflik serupa di skala global.
"Tindakan semacam itu merupakan preseden berbahaya yang dapat merusak stabilitas di kawasan Tanduk Afrika, berdampak negatif pada perdamaian dan keamanan regional secara umum," tambah pernyataan itu.
Hingga saat ini, Somalia tetap mempertahankan klaim kedaulatan atas Somaliland yang telah mendeklarasikan kemerdekaan sejak 1991. Israel menjadi negara pertama yang memberikan pengakuan diplomatik resmi serta menempatkan utusan di wilayah tersebut guna mempererat kerja sama bilateral.