Natalius Pigai Ungkap Pengalaman Diperiksa Dewan HAM PBB

Natalius Pigai Ungkap Pengalaman Diperiksa Dewan HAM PBB
Foto: Ilustrasi Natalius Pigai Ungkap Pengalaman Diperiksa Dewan HAM PBB.

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai membagikan pengalamannya saat diperiksa oleh Komite Etik Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ketika dirinya masih menjabat sebagai komisioner Komnas HAM, dilansir dari Nasional pada Rabu (20/5/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pembukaan Kelas Jurnalis HAM di Bandung, Jawa Barat, di mana Pigai menjelaskan bahwa pemeriksaan itu bermula dari laporan yang diajukan oleh 33 lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Indonesia.

Laporan dari puluhan LSM tersebut berkaitan dengan langkah-langkah yang diambil oleh Pigai demi melindungi warga sipil dari tindakan kekerasan militer.

"Saya ini mungkin satu-satunya komisioner yang pernah diperiksa PBB, Dewan HAM PBB, Kode Etik Pelanggaran HAM. Saya diperiksa. Mungkin komisioner lain belum pernah diperiksa, ya?" ucap Pigai.

Mantan komisioner Komnas HAM ini menambahkan bahwa dalam proses tersebut, Hafid Abbas memberikan penjelasan kepada Komisioner Etik Dewan HAM PBB untuk meluruskan duduk perkara.

Tindakan Pigai dijelaskan sebagai bentuk demarkasi yang bertujuan melindungi masyarakat sipil dari penetrasi serta kekerasan pihak militer hingga akhirnya Komite Etik Dewan HAM PBB memutuskan dirinya tidak bersalah.

"Waktu itu saya dilaporkan oleh 33 LSM Republik Indonesia. Yang ada LSM-LSM ini, laporkan saya padahal saya melindungi rakyat kecil," ungkap Pigai.

Selain pemeriksaan oleh PBB, penolakan dari berbagai pihak juga dialami Pigai sewaktu mengikuti proses seleksi calon komisioner Komnas HAM terdahulu.

Penolakan tersebut datang dari institusi TNI, Polri, lembaga intelijen, Kodam Papua, hingga puluhan LSM nasional yang kemudian disampaikan oleh Makarim Wibisono selaku anggota panitia seleksi saat itu.

"Tentara tolak, Polisi tolak, 33 LSM tolak, Kodam Papua juga menolak Anda menjadi komisioner Komnas HAM," kata Pigai.

Pigai menegaskan bahwa dirinya tetap bersyukur atas segala penolakan serta situasi sulit yang dihadapi karena hal tersebut justru menunjukkan posisi dirinya yang independen.

"Dan hari ini, di hadapan kalian, orang yang seperti ini sudah jadi menteri. Jadi, kindness always wins. Kebaikan selalu menang. Kebenaran tidak pernah kalah sekalipun dikalahkan," ujar Pigai.

Artikel terkait

Rekomendasi