Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Saan Mustopa memberikan penjelasan terkait munculnya wacana penggabungan atau fusi antara partainya dengan Partai Gerindra di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Senin (13/4/2026). Saan menilai gagasan tersebut merupakan hal yang lumrah muncul dalam perkembangan dinamika politik nasional saat ini.
Dilansir dari Nasional, Saan menyebut istilah fusi lebih tepat digunakan dalam terminologi politik dibandingkan dengan kata merger atau akuisisi. Ia mengaku baru mengetahui adanya isu tersebut setelah menjadi perbincangan publik dan menegaskan bahwa penyatuan dua partai besar bukan perkara mudah.
"Sekali lagi sebagai sebuah ide atau wacana, gagasan itu hal yang biasa saja," ujar Saan, Wakil Ketua Umum Partai Nasdem.
Saan menjelaskan bahwa mewujudkan fusi antarpartai politik memerlukan pertimbangan mendalam terkait prinsip dasar organisasi. Aspek-aspek seperti identitas partai, ideologi yang dianut, hingga eksistensi masing-masing entitas politik menjadi faktor yang sangat krusial.
"Ketika mau diwujudkan, banyak hal yang harus dipikirkan. Terkait ideologi, identitas, eksistensi masing-masing partai," jelas Saan.
Pihaknya memastikan bahwa pengurus pusat belum melakukan pertemuan resmi untuk membahas kemungkinan fusi tersebut. Saat ini, Nasdem memilih untuk tetap berfokus pada penguatan internal dan pengembangan organisasi di seluruh wilayah Indonesia.
"Belum ada pembicaraan secara lebih mendalam. Kita sekarang fokus konsolidasi internal partai, membangun struktur sampai ke daerah," ujar Saan.
Berdasarkan catatan sejarah, Nasdem bermula dari organisasi kemasyarakatan yang didirikan Surya Paloh pada 1 Februari 2011 sebelum resmi menjadi partai politik pada 11 November 2011. Sejak mengikuti pemilu pertama pada 2014, perolehan kursi partai ini terus meningkat secara signifikan.
| Tahun Pemilu | Jumlah Kursi |
|---|---|
| 2014 | 36 kursi |
| 2019 | 59 kursi |
| 2024 | 69 kursi |
Pada pemilihan presiden sebelumnya, partai ini tercatat memberikan dukungan kepada Joko Widodo dalam dua periode. Sementara pada kontestasi tahun 2024, Nasdem menjalin kerja sama dalam Koalisi Perubahan untuk mengusung pasangan Anies Baswedan dan Abdul Muhaimin Iskandar.