Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dikabarkan masuk dalam bursa calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Kabar mengenai ketertarikan Nasaruddin Umar tersebut disampaikan oleh jajaran pengurus PBNU berdasarkan informasi yang beredar pada Senin (18/5/2026), dilansir dari Nasional.
Ketua PBNU Mohamad Syafi' Alielha (Savic Ali) mengonfirmasi adanya kabar ketertarikan dari Menteri Agama untuk memimpin organisasi Islam tersebut.
"Saya dengar bahwa Menteri Agama mau, infonya berkepentingan, berminat jadi ketua umum PBNU," kata Ketua PBNU Mohamad Syafi' Alielha (Savic Ali) dalam acara podcast Gaspol Kompas.com, dikutip Senin (18/5/2026).
Kendati demikian, Savic Ali memberikan catatan penting terkait posisi rangkap jabatan jika Nasaruddin Umar benar-benar ingin maju. Langkah untuk mundur dari posisi menteri kabinet dinilai menjadi konsekuensi yang harus diambil.
"Tapi ya lagi-lagi kan kalau mau jadi ketua umum PBNU kan mundur jadi menteri. Nah itu gitu aja ya sesimpel itu kan dia kan harus mundur jadi menteri," katanya.
Selain masalah jabatan di pemerintahan, dukungan politik dari kepala negara juga dianggap menjadi faktor krusial bagi seorang menteri yang ingin memimpin PBNU.
"Oke saya kira seorang menteri juga mungkin ya dia berkepentingan untuk mendapatkan restu Presiden," ucapnya.
Konfirmasi mengenai kemunculan nama Nasaruddin Umar dalam bursa kepemimpinan PBNU juga datang dari pihak kesekretariatan organisasi.
"Ya kalau nama-nama biasalah disebut, sudah beredarlah," kata Sekretaris PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam kesempatan berbeda.
Gus Ipul menambahkan bahwa mekanisme penentuan pucuk pimpinan tertinggi organisasi tetap harus melalui jalur resmi yang melibatkan para pemilik suara.
"Tapi ya tetap pada akhirnya kan muktamirin (peserta muktamar) dan nanti ditentukan oleh musyawarah atau pemilihan," tandasnya.
Proses suksesi kepemimpinan tersebut nantinya bakal diputuskan secara resmi oleh para peserta melalui mekanisme Muktamar ke-35 PBNU.