Ribuan anggota Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) memadati halaman pesantren di Jombang, Jawa Timur, untuk mengikuti agenda Ngopi dan Ngaji 4 Bulanan pada Jumat (17/4/2026) malam. Pertemuan lintas generasi ini dirancang sebagai sarana pengabdian sekaligus konsolidasi organisasi di tingkat nasional.
Kegiatan yang dilansir dari Cahaya tersebut menghadirkan tokoh-tokoh kunci pesantren, termasuk Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. Dalam acara ini, dilakukan pula peluncuran buku tafsir Surah Al Alaq yang ditulis oleh pakar tafsir KH Musta'in SyafiÔÇÖi.
Ketua Dewan Masyayikh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Musta'in SyafiÔÇÖi, memberikan wejangan spiritual agar para alumni tetap berpegang teguh pada prinsip pendiri pesantren. Beliau mengingatkan bahwa peran santri di masyarakat harus dimulai dari unit terkecil sebagai bentuk dakwah.
"Alumni Tebuireng itu harus mengajar. Tidak harus di madrasah atau kampus besar, tapi minimal di dalam keluarga masing-masing," tegas Kiai Musta'in di hadapan para jemaah.
Penegasan tersebut disampaikan Kiai Musta'in untuk membangkitkan kembali semangat pengabdian yang menjadi warisan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari. Pesan spiritual ini menjadi pengingat bagi alumni yang kini telah berkiprah di berbagai sektor pekerjaan di seluruh daerah.
Selain aspek keagamaan, sisi manajerial organisasi juga menjadi fokus utama dalam rangkaian acara ini. Ketua Panitia, H Rosul Suritno, menjelaskan bahwa para alumni sedang melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) IKAPETE yang berlangsung selama dua hari hingga Sabtu (18/4/2026).
"Agenda utama Munas adalah pemilihan Presidium Nasional (Presnas) yang digelar setiap empat tahun sekali," ujar Rosul.
Rosul menambahkan bahwa proses suksesi kepemimpinan di organisasi alumni ini tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional pesantren. Nama-nama kandidat ketua yang muncul dari usulan peserta munas nantinya akan diserahkan kepada pihak pengasuh pesantren.
"Keputusan akhir ada di tangan Pengasuh. Siapa pun yang ditunjuk, harus siap mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab," tambahnya.
Penyelenggaraan acara ini juga dimanfaatkan untuk mendorong kemandirian ekonomi para anggota melalui bazar produk unggulan. Perwakilan alumni dari berbagai kota seperti Blitar, Kediri, hingga Mojokerto memamerkan hasil usaha mereka mulai dari kuliner hingga perlengkapan santri.
"Bazar ini adalah wadah promosi bagi alumni yang berwirausaha. Kita ingin menunjukkan bahwa jaringan IKAPETE yang mencakup 82 Pengurus Cabang dan 18 Pengurus Wilayah, termasuk cabang di luar negeri, memiliki potensi ekonomi yang besar," pungkas Rosul.