Muklisin Unggah Dokumentasi Pekerjaan Asli di Tengah Isu Laporan Fiktif

Muklisin Unggah Dokumentasi Pekerjaan Asli di Tengah Isu Laporan Fiktif
Foto: Ilustrasi Muklisin Unggah Dokumentasi Pekerjaan Asli di Tengah Isu Laporan Fiktif.

Seorang petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) wilayah Penjaringan, Muklisin (41), menarik perhatian publik melalui unggahan dokumentasi pekerjaan sebelum dan sesudah yang dilakukan secara konsisten di media sosial pada Senin (13/4/2026).

Dilansir dari Megapolitan, aksi pria asal Tangerang ini viral sejak 8 April 2026 karena menyajikan konten apa adanya tanpa rekayasa visual saat membersihkan area Jembatan Tiga, Jakarta Utara.

Langkah Muklisin mengunggah foto asli tersebut muncul di tengah sorotan publik terhadap dugaan manipulasi laporan petugas lapangan di Jakarta menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI).

"Sebenarnya sih itu kayak seperti edukasi ya. Jadi kalau untuk laporan secara dari kelurahan itu dari Whatsapp. Kalau untuk di media sosial itu ya niat saya sendiri, enggak ada tanpa suruhan," kata Muklisin, Petugas PPSU Penjaringan.

Inisiatif pribadi ini telah dilakoni Muklisin jauh sebelum dirinya bergabung dengan PPSU pada 2016, di mana ia rutin mendokumentasikan aktivitas kebersihan di Facebook sejak periode 2014.

Motivasi utama dokumentasi terbuka ini adalah untuk memulihkan kepercayaan masyarakat yang sempat terganggu akibat oknum petugas yang menggunakan foto identik dengan timestamp berbeda dalam laporan resmi.

Berdasarkan data yang dihimpun Megapolitan, kasus serupa juga ditemukan pada oknum Dinas Perhubungan DKI Jakarta di Jalan Kapten Tendean yang menggunakan satu foto untuk dua laporan tanggal berbeda.

Setiap hari, Muklisin menempuh perjalanan dari Tangerang sejak pukul 05.00 WIB untuk mulai menyapu jalan sepanjang satu kilometer demi memastikan kebersihan lingkungan tetap terjaga.

Meskipun rutin dibersihkan, ia mengakui tantangan terbesar tetap berada pada kesadaran warga yang seringkali kembali membuang sampah sembarangan di lokasi yang baru saja dirapikan.

Muklisin menekankan bahwa upaya menjaga kebersihan kota merupakan tanggung jawab kolektif antara petugas lapangan dan seluruh warga Jakarta guna mencegah penumpukan sampah yang berulang.

Artikel terkait

Rekomendasi