Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat (LDK PP) Muhammadiyah memperluas jaringan pembinaannya dengan meresmikan Mualaf Learning Center (MLC) di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Seperti dikutip dari Kompas, langkah ini merupakan bagian dari penguatan program nasional untuk mendampingi para mualaf di seluruh penjuru Indonesia.
Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, hadir secara langsung untuk memimpin prosesi peresmian tersebut. Ia memberikan penekanan bahwa agenda pendampingan mualaf merupakan strategi dakwah Muhammadiyah yang bersifat menyeluruh, mencakup aspek teologis hingga kesejahteraan hidup.
"MLC Muhammadiyah hadir sebagai pusat pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Mualaf perlu didampingi secara utuh agar mampu menjalani kehidupan barunya dengan penuh keyakinan, kemandirian, dan martabat," ujar Muchamad Arifin.
Pusat belajar ini dirancang sebagai wadah pembinaan yang komprehensif bagi individu yang baru memeluk agama Islam. Selain memberikan pendalaman mengenai akidah dan praktik ibadah harian, program ini juga menitikberatkan pada aspek pemberdayaan ekonomi yang berbasis pada kekuatan komunitas.
Kehadiran MLC di Sekadau menambah daftar panjang pusat pembinaan serupa yang telah didirikan oleh LDK PP Muhammadiyah di berbagai wilayah. Hingga kini, fasilitas tersebut tersebar mulai dari kawasan perkotaan hingga daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta komunitas suku terpencil.
Aswan Bahri selaku Ketua LDK PWM Kalimantan Barat menyampaikan harapannya agar fasilitas di Sekadau ini mampu menjadi motor penggerak komunitas mualaf lokal. Ia menilai keberadaan pusat belajar ini sangat krusial untuk menjawab berbagai tantangan nyata yang dihadapi masyarakat di lapangan.
Sinergi Lintas Sektor dan Perluasan Jangkauan
Kesuksesan program ini disebut sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak. Ketua PDM Sekadau, Drs. Sapto Utomo, M.Si., menekankan bahwa sinergi yang kuat antara Muhammadiyah, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program pendampingan tersebut.
Melalui pembangunan infrastruktur sosial ini, Muhammadiyah berupaya menghadirkan dakwah yang inklusif dan berkemajuan. Hal ini sejalan dengan visi organisasi untuk terus memberdayakan kelompok masyarakat yang membutuhkan bimbingan berkelanjutan secara sosial maupun psikologis.
"Dengan berdirinya Mualaf Learning Center di Kabupaten Sekadau, diharapkan para mualaf mendapatkan ruang belajar, pembinaan, dan pemberdayaan yang memadai," kata Arifin.
Ia juga menambahkan harapannya bagi perkembangan para mualaf di masa depan.
"Sehingga mampu tumbuh menjadi pribadi yang kuat secara iman, mandiri secara ekonomi, dan berdaya dalam kehidupan sosial," tutur Arifin.
Kolaborasi Dakwah Hingga Pelosok dan Luar Negeri
Upaya perluasan jangkauan dakwah ini sebelumnya telah dilakukan dengan menggandeng institusi pendidikan. LDK Muhammadiyah bekerja sama dengan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FAI UMSU) untuk menerjunkan kader ke berbagai wilayah strategis melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Para dai muda ini tidak hanya dikirim ke wilayah 3T di dalam negeri, tetapi juga menjangkau komunitas diaspora Indonesia di mancanegara. Praktisi Dakwah Muhammadiyah, Kamarul Zaman, memberikan keterangannya pada Rabu (15/4/2026) mengenai inisiatif kolaboratif tersebut.
"Kolaborasi ini langkah konkret menyiapkan kader dai muda yang tidak hanya memiliki kapasitas keilmuan, tetapi juga kesiapan sosial yang hadir di tengah masyarakat lintas komunitas, wilayah pelosok, hingga komunitas diaspora Indonesia di berbagai negara," ujar Kamarul Zaman.