Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar, memperingatkan para pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak melakukan aksi pamer harta atau berlebihan di media sosial pada Kamis (16/4/2026). Penegasan ini disampaikan dalam agenda Satu Tahun Perjalanan Makan Bergizi Gratis di Jakarta Pusat.
Pemerintah menyoroti munculnya pengusaha baru yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) namun menunjukkan perilaku kontroversial. Dilansir dari Nasional, fenomena ini dianggap sebagai dinamika dari pelaksanaan program nasional tersebut.
"Yang pertama tumbuhnya pengusaha-pengusaha baru produk SPPG, produk BGN ini kita rasakan. Ada juga yang overacting tentu saja," kata Muhaimin.
Menko PM menilai keterlibatan pengusaha dalam dapur MBG memberikan dampak positif bagi pemberdayaan masyarakat. Namun, kebahagiaan para mitra tersebut seharusnya tidak ditunjukkan dengan cara yang bisa memicu polemik di ruang publik.
"Kalau kita lihat di sosial media dan banyak pengusaha-pengusaha baru gabung. Saking bahagianya kadang-kadang flexing di sosial media," ucapnya.
Muhaimin menekankan pentingnya bagi pengusaha yang baru bergabung untuk lebih mensyukuri kesempatan yang ada. Ia mendorong agar para mitra lebih fokus pada pengembangan inovasi layanan daripada mengejar popularitas semu di medsos.
"Karena itu kepada pengusaha-pengusaha baru, syukuri, tumbuhkan kreativitas dan inovasi tapa harus kemudian menjadi kontroversi," ujarnya.
Pernyataan ini muncul menyusul peristiwa viralnya seorang pemilik SPPG di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, bernama Hendrik Irawan. Hendrik terekam berjoget di area dapur program MBG dan memamerkan perolehan insentif harian mencapai Rp 6 juta.
Badan Gizi Nasional (BGN) merespons cepat kejadian tersebut dengan memberikan teguran keras kepada pihak mitra. Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, mengonfirmasi bahwa tim pengawas sudah diterjunkan untuk menemui pelaku aksi tersebut.
"Sudah ditegur keras. Yang jelas kami sangat menyayangkan dan kecewa dengan sikap mitra yang demikian," kata Nanik.