Muhaimin Iskandar Pantau Kesiapan Puncak Haji 2026 di Makkah

Muhaimin Iskandar Pantau Kesiapan Puncak Haji 2026 di Makkah
Foto: Ilustrasi Muhaimin Iskandar Pantau Kesiapan Puncak Haji 2026 di Makkah.

Pemerintah Indonesia mulai memfokuskan perhatian pada kesiapan fase puncak ibadah haji 1447 H di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) setelah seluruh rangkaian perjalanan jemaah dari embarkasi hingga tiba di Arab Saudi berjalan lancar sesuai rencana.

Evaluasi dan pemantauan tersebut dilakukan dalam rapat bersama misi Amirul Hajj 2026 di Makkah, Arab Saudi, pada Rabu (20/5/2026), sebagaimana dilansir dari Nasional.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat yang juga tergabung dalam misi Amirul Hajj 2026, Muhaimin Iskandar, menyampaikan apresiasi atas kelancaran proses pemberangkatan hingga kedatangan jemaah di Madinah dan Makkah.

"Secara khusus, kami menyoroti seluruh rangkaian perjalanan pelaksanaan haji sejak keberangkatan sampai hari ini berjalan dengan baik sesuai dengan perencanaan," ujar Muhaimin.

Pemerintah turut mengapresiasi kinerja seluruh petugas layanan haji serta kesungguhan pemerintah Arab Saudi dalam melakukan penyesuaian sistem dan pengaturan layanan di lapangan.

Saat ini, Kementerian Haji dan Umrah mulai mengalihkan fokus pada persiapan Armuzna, mengingat pergerakan jemaah haji menuju Arafah dijadwalkan berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026.

Beberapa poin krusial yang diantisipasi meliputi jadwal keberangkatan, armada transportasi, pasokan konsumsi, fasilitas tenda di Arafah, hingga kesiapan layanan medis melalui Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

"Kami fokus kepada puncak dari perjalanan pelaksanaan haji yaitu Arafah, Muzdalifah, dan Mina," ujar Muhaimin.

Koordinasi antarpihak yang menangani mobilitas jemaah diminta untuk terus ditingkatkan, terutama saat kepadatan fase Armuzna, di mana aspek konsumsi dan fasilitas tenda pendukung menjadi penentu keberhasilan pelayanan.

"Yang terakhir ketika di Mina, pelaksanaan mabit, pelaksanaan lempar jumrah hingga akhir pelaksanaan ibadah haji," ujar Muhaimin.

Selain kesiapan fasilitas fisik dan logistik, kondisi kesehatan jemaah juga menjadi faktor penting menjelang puncak ibadah.

"Bagi para jemaah haji, mohon untuk betul-betul mempersiapkan diri secara kesehatan. Minum dan istirahat harus cukup sehingga memasuki Arafah dengan kesehatan yang prima, tanpa ada halangan," ujar Muhaimin.

Artikel terkait

Rekomendasi