Seorang peserta ajang MAXI Tour Boemi Nusantara (MTBN) etape pertama berhasil menuntaskan perjalanan ratusan kilometer menggunakan skutik kustom di kawasan Toba dan Samosir, Sumatera Utara, pada 17 hingga 19 April 2026.
Perjalanan tersebut membuktikan ketahanan motor modifikasi dalam menghadapi jalur punggung Kaldera Toba yang didominasi tikungan tajam serta tanjakan curam, sebagaimana dilansir dari Otomotif.
In Greath Sitepu, pemilik Yamaha XMAX modifikasi, memilih konsep harian dengan fokus ubahan pada sektor estetika dan kaki-kaki tanpa menyentuh bagian mesin utama.
Keputusan untuk membiarkan mesin dalam kondisi standar diambil demi menjaga durabilitas kendaraan selama melintasi rute ekstrem yang biasanya menjadi tantangan bagi motor standar pabrikan.
Dalam pengembangannya, In Greath menitikberatkan modifikasi pada area transmisi atau CVT yang sering dikenal dengan istilah kirian untuk meningkatkan performa tarikan kendaraan.
"Rasanya sih menantang, seru, asik. Menantang kita bawa part-part (modifikasi) yang sedikit ngeri. Asiknya itu lebih tarikannya, sensasinya," ungkap In Greath kepada Kompas.com, Minggu (19/4/2026).
Modifikasi pada bagian transmisi tersebut diklaim memberikan perbedaan signifikan pada napas motor, khususnya saat dipacu untuk mencapai kecepatan puncak di jalur yang lurus.
"Kalau yang saya bawa, itu kirian, mesin standar. Kirian racing. Sedikit beda, tarikan atasnya panjang," jelas In Greath.
Meskipun performa meningkat, penggunaan komponen kustom di medan pegunungan yang terjal memicu kewaspadaan lebih tinggi bagi pengendara selama menempuh perjalanan jauh.
"Sedikit lebih ngeri. Karena jadi pikir-pikir (waspada)," tutur In Greath.
Keberhasilan peserta ini mencapai garis finis tanpa kendala teknis memperlihatkan bahwa ruang ekspresi modifikasi pada keluarga MAXI tidak harus mengorbankan fungsionalitas dan kenyamanan berkendara.