Enam Mobil Pecah Ban di Tol Jagorawi Akibat Aspal Mengelupas

Enam Mobil Pecah Ban di Tol Jagorawi Akibat Aspal Mengelupas
Foto: Ilustrasi Enam Mobil Pecah Ban di Tol Jagorawi Akibat Aspal Mengelupas.

Insiden pecah ban menimpa sedikitnya enam unit mobil secara hampir bersamaan saat melintasi Tol Jagorawi arah Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (30/4/2026) sore. Peristiwa yang terjadi di tengah kepadatan lalu lintas ini diduga kuat dipicu oleh kerusakan infrastruktur jalan di titik tersebut.

Kondisi jalan yang rusak ditengarai menjadi penyebab utama kegagalan fungsi ban pada sejumlah kendaraan tersebut. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Megapolitan, kerusakan terpantau berada di Kilometer 17, tepat pada area sambungan jembatan sebelum arah Gunung Putri.

"Jadi aspalnya mengelupas, ya. Mobil kencang 'blep' namanya beda tinggi kan jedug," ujar Jajuli, Kepala Induk PJR Tol Jagorawi Kompol Akhmad Jajuli.

Kepolisian bersama pengelola jalan tol langsung melakukan penelusuran di lokasi kejadian untuk memastikan penyebab pasti kerusakan. Langkah identifikasi segera diambil setelah laporan awal diterima oleh petugas di lapangan pada sore hari tersebut.

"Petugas Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad bersama Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) dan Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) langsung melakukan pemeriksaan di lapangan guna mengidentifikasi penyebab pecahnya beberapa ban pengguna jalan," ujar Alvin, Senior Manager Representative Office 1 PT Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT), Alvin Andituahta Singarimbun.

Sebagai penanganan darurat, tim teknis melakukan penambalan sementara di titik kerusakan jalan agar tidak membahayakan pengendara lain. Koordinasi dengan pihak kepolisian juga dilakukan untuk membersihkan area dari potensi benda tajam.

Lia (28), salah satu pengemudi yang menjadi korban, menceritakan bahwa situasi saat kejadian sedang padat merayap. Ia sedang menempuh perjalanan dari Gerbang Tol Cimanggis menuju arah Gunung Putri sekitar pukul 16.30 WIB.

"Terus di situ aku di jalur dua, emang kan lagi padat-padatnya ya jam segitu," kata Lia.

Meski dalam kondisi macet, Lia menyadari ada kejanggalan pada kendaraannya karena mobil tidak dapat dipacu secara normal. Ia melihat banyak kendaraan lain yang sudah menepi terlebih dahulu di bahu jalan.

"Nah habis itu, itu bener-bener enggak bisa, enggak bisa kenceng, pokoknya paling kenceng itu di 60 (kilometer per jam) kecepatannya," ujar Lia.

Ia awalnya mengira terjadi kecelakaan beruntun di depan posisinya karena banyaknya lampu hazard yang menyala. Namun, setelah mendekat, ia baru menyadari bahwa kendaraan-kendaraan tersebut mengalami masalah pada ban.

"Aku juga ikut pasang hazard, takutnya ditabrak dari belakang kan. Pas yang depan aku minggir ke kiri semua, terus baru sadar itu ternyata pada udah bocor semua tuh ban mobil," jelas Lia.

Menurut kesaksiannya, jarak antar mobil yang menepi sangat berdekatan, berkisar hanya 100 meter satu sama lain. Hal ini menunjukkan dampak kerusakan jalan yang terjadi secara beruntun dalam waktu singkat.

"Udah pada bocor (ban mobil), ada sekitar pertama tuh dua (mobil bocor ban), terus tiga (mobil bocor ban), terus satu (mobil bocor ban). Jadi jaraknya tuh enggak begitu jauh, kayak cuma sekitar 100 meteran gitu loh pada minggir," lanjut Lia.

Setelah memeriksa kendaraannya sendiri, Lia menemukan ban belakang bagian kanan mobilnya telah sobek cukup parah. Sobeknya karet ban tersebut terlihat memanjang dari bagian sisi velg hingga ke area tengah.

"Cek belakang ternyata yang belakang udah enggak ada angin sama sekali, udah sobek. Ternyata sobek ya dari samping dari velg tuh ke tengah tuh sobekannya," ujar Lia.

Lia mengaku tidak melihat adanya paku atau benda tajam lainnya di lokasi kejadian yang saat itu sedang diguyur hujan deras. Ia menduga ada material konstruksi jembatan yang menonjol dan merusak ban kendaraannya.

"Enggak ada (benda tajam), enggak tahu kayak kesilet gitu loh. Bingung, entah itu di jembatan itu ada besi nongol aku enggak paham ya, karena posisi kan hujan deres kemarin tuh sore," jelas Lia.

Artikel terkait

Rekomendasi