Militer Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla di Perairan Internasional

Militer Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla di Perairan Internasional
Foto: Ilustrasi Militer Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla di Perairan Internasional.

Militer Israel mencegat sedikitnya 40 dari 54 kapal konvoi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) di perairan internasional dan menahan sekitar 300 aktivis pada Selasa (19/5/2026).

Aksi pencegatan armada yang berlayar menuju Jalur Gaza tersebut memicu kecaman luas dari dunia internasional, seperti dilansir dari Media Indonesia.

Konvoi kemanusiaan ini membawa ratusan relawan global, termasuk sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang terdiri dari aktivis dan tiga jurnalis.

Anggota Komisi I DPR Cindy Monica Salsabila Setiawan mendesak Kementerian Luar Negeri untuk mengambil langkah diplomatik aktif guna membebaskan para WNI yang ditahan.

Penangkapan tiga jurnalis Indonesia oleh Angkatan Laut Israel pada Senin (18/5/2026) malam waktu Jakarta juga memicu desakan dari Dewan Pers agar pemerintah segera bertindak.

Pemerintah Turki turut mengecam keras tindakan tersebut dan mendesak Israel segera membebaskan seluruh peserta armada bantuan Gaza.

Selain WNI, aktivis dari Korea Selatan bernama Kim Dong-hyeon diduga ikut ditahan setelah kapal Kyriakos X dicegat di perairan Siprus.

Misi kemanusiaan GSF yang berangkat dari Marmaris, Turki, pada Kamis (14/5/2026) ini bertujuan menembus blokade ilegal Israel di Gaza yang berlangsung sejak 2007.

Meskipun mayoritas armada telah dikuasai oleh militer Israel, sejumlah kapal dilaporkan berhasil lolos dari hadangan tersebut.

"Pasukan angkatan laut Israel masih belum mencegat semua kapal yang tergabung dalam konvoi kemanusiaan GSF. Masih ada kapal-kapal yang lolos dari pasukan Israel sehingga bisa berlayar di laut lepas," tulis laporan situs berita Walla.

Pencegatan ini memperparah krisis kemanusiaan di Gaza, setelah sebelumnya pada April lalu Israel juga menyerang flotilla pembawa 345 relawan di dekat Pulau Kreta, Yunani.

Saat ini, sekitar 2,4 juta warga Palestina di Gaza terancam bencana kelaparan parah akibat agresi dua tahun terakhir yang menewaskan lebih dari 72.700 orang.

Artikel terkait

Rekomendasi