Studi Ungkap Mikroplastik Cemari Aliran Darah dan Jaringan Tubuh

Studi Ungkap Mikroplastik Cemari Aliran Darah dan Jaringan Tubuh
Foto: Ilustrasi Studi Ungkap Mikroplastik Cemari Aliran Darah dan Jaringan Tubuh.

Partikel plastik mikroskopis atau mikroplastik kini menjadi ancaman kesehatan yang nyata karena telah menyusup ke dalam sistem peredaran darah manusia. Temuan ini memicu kekhawatiran besar setelah berbagai penelitian mendeteksi keberadaan fragmen kecil tersebut pada jaringan tubuh yang vital.

Dikutip dari Lifestyle, riset dalam jurnal Environmental Research pada Februari 2024 menunjukkan bahwa kontaminasi mikroplastik telah menyentuh berbagai produk protein hingga sayuran. Fenomena ini menandakan partikel plastik telah masuk ke rantai makanan manusia secara masif.

Mikroplastik sendiri didefinisikan oleh WWF Indonesia sebagai fragmen plastik yang memiliki ukuran kurang dari 5 milimeter. Partikel ini terbagi menjadi jenis primer yang sengaja diproduksi kecil, serta jenis sekunder yang berasal dari degradasi sampah plastik besar akibat faktor lingkungan.

Peneliti di China melaporkan temuan mikroplastik dalam gumpalan darah yang diangkat melalui pembedahan dari arteri jantung, otak, serta vena kaki. Studi yang diterbitkan di eBioMedicine ini melibatkan 30 pasien sebagai sampel penelitian awal.

Hasil analisis kimia mengidentifikasi keberadaan polivinil klorida (PVC) dan polietilen (PE) pada 24 dari 30 sampel bekuan darah. Jenis plastik tersebut sangat umum ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti pada material konstruksi, botol minum, dan tas belanja.

Temuan ini serupa dengan riset di Italia yang mengaitkan keberadaan mikroplastik dalam plak pembuluh darah dengan peningkatan risiko serangan jantung atau stroke. Pasien dengan kondisi ini bahkan berisiko mengalami kematian lebih tinggi dibandingkan mereka yang darahnya bersih dari plastik.

"Oleh karena itu, polutan mikroplastik telah memicu kekhawatiran karena keberadaannya yang tersebar luas dan potensi implikasinya terhadap kesehatan," kata Tingting Wang, ilmuwan klinis di First Affiliated Hospital of Shantou University Medical College.

Keberadaan plastik mikro dalam tubuh juga berpotensi mengganggu fungsi sistem hormon dan reproduksi karena kandungan kimia seperti plasticizer dan antioksidan. Pada studi hewan, paparan ini bahkan menyebabkan gangguan hormon testosteron dan kerusakan ingatan.

Risiko Paparan di Dalam Ruangan

Selain dari makanan, paparan mikroplastik justru ditemukan lebih tinggi di dalam ruangan dibandingkan di luar rumah. Hal ini dipicu oleh penggunaan furnitur berbahan plastik dan minimnya sirkulasi udara di ruang tertutup.

Penelitian dari French National Center for Scientific Research menemukan lebih dari 500 partikel per meter kubik udara di dalam apartemen. Bahkan, di dalam kabin mobil, jumlahnya melonjak hingga lebih dari 2.200 partikel.

Kelompok rentan seperti bayi berisiko menghirup sekitar 19.000 hingga 75.000 partikel per hari karena posisi mereka yang sering berada dekat dengan lantai. Debu rumah menjadi media utama berkumpulnya partikel sebelum beterbangan dan terhirup tanpa sengaja.

Langkah Mengurangi Paparan Mikroplastik

Peneliti kesehatan lingkungan Universitas Emory, Dana Barr, menekankan bahwa meskipun mikroplastik sulit dihindari sepenuhnya, perubahan kebiasaan dapat menekan risikonya secara signifikan.

"Mikroplastik ada di mana-mana, dan tidak ada cara untuk benar-benar menghindarinya, tetapi ada cara yang bisa secara signifikan mengurangi paparan seiring waktu, dan itu sebagian besar melalui perubahan perilaku," ujar Dana Barr.

Beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam aktivitas harian meliputi penggunaan wadah kaca sebagai pengganti plastik saat memanaskan makanan di microwave. Suhu tinggi diketahui mempercepat penguraian plastik menjadi partikel mikro.

Masyarakat juga disarankan menghindari penggunaan botol plastik sekali pakai yang dibuka-tutup berulang kali. Selain itu, beralih ke pakaian berbahan alami seperti katun atau wol dapat mengurangi pelepasan serat sintetis ke lingkungan.

Penggunaan penyedot debu dengan filter HEPA dan menjaga sirkulasi udara dengan membuka jendela turut membantu membersihkan partikel kecil di rumah. Filter air minum juga menjadi solusi tambahan untuk mengurangi kontaminasi plastik pada air yang dikonsumsi sehari-hari.

Artikel terkait

Rekomendasi