Mikel Arteta Ungkap Rahasia Jaga Kesehatan Mental di Tengah Tekanan Arsenal

Mikel Arteta Ungkap Rahasia Jaga Kesehatan Mental di Tengah Tekanan Arsenal
Foto: Ilustrasi Mikel Arteta Ungkap Rahasia Jaga Kesehatan Mental di Tengah Tekanan Arsenal.

Menjadi manajer klub sebesar Arsenal mendatangkan beban kerja yang sangat berat dan penuh dengan tekanan tinggi. Dilansir dari Detik Health, Mikel Arteta kini tengah memimpin timnya dalam dua persaingan besar, yakni final Liga Champions dan perebutan gelar juara Liga Inggris.

The Gunners sedang bersaing ketat dengan Manchester City di kompetisi domestik untuk meraih trofi. Di kancah Eropa, mereka juga telah mengamankan tempat di babak final sembari menanti hasil pertandingan antara PSG melawan Bayern Munich.

Ekspektasi tinggi dari para pendukung serta sorotan tajam media massa menjadi makanan sehari-hari yang membuat posisi pelatih selalu terasa panas. Namun, Arteta tetap menunjukkan sikap tenang dan konsisten dalam membangun kekuatan tim yang semakin solid.

Arteta menyadari bahwa tugasnya sebagai manajer tim papan atas menuntut persiapan matang sejak ia bangun tidur. Hal ini mencakup penyusunan menu latihan, evaluasi performa tim, hingga perencanaan strategi jangka panjang untuk klub.

Guna menjaga stabilitas emosionalnya, ia memiliki kebiasaan khusus untuk menjauh sejenak dari keramaian sebelum memulai aktivitas di markas latihan. Arteta menyediakan waktu satu jam setiap pagi untuk merenung dan melakukan refleksi diri.

"Saya tiba di sini pukul 8 pagi dan kemudian saya butuh waktu tenang selama satu jam. Di dalam mobil, saya sudah memikirkan hal-hal yang harus saya lakukan hari ini, hal-hal yang telah saya rencanakan, bagaimana minggu saya akan berjalan," kata Arteta.

Keluarga Sebagai Pelindung dan Safe Zone

Dukungan keluarga menjadi faktor krusial lainnya yang membantu Arteta tetap sehat secara mental di tengah jadwal yang padat. Ia menganggap keluarga sebagai tempat yang paling aman untuk melepas lelah dan mengisi kembali energi positif.

Bagi pria asal Spanyol tersebut, nilai-nilai yang ditanamkan sejak kecil dan kehadiran teman-teman dekat memberikan rasa perlindungan. Hal ini memberinya kebebasan untuk menjadi diri sendiri tanpa harus terbebani peran sebagai manajer sepak bola profesional.

"Pertama-tama, ini tentang keluarga saya. Saya sangat bangga dengan keluarga yang telah kami bangun, dengan orang tua yang saya miliki, teman-teman yang saya miliki, dan cara saya dibesarkan. Itu memberi saya ketenangan, itu memberi saya kebebasan karena saya bisa menjadi diri sendiri, dan saya merasa terlindungi. Itulah mengapa hal itu memberi saya stabilitas," kata Arteta.

Menjaga Keseimbangan Antara Gairah dan Kesehatan

Meskipun memiliki ambisi besar di dunia sepak bola, Arteta menegaskan bahwa passion tersebut tidak boleh mengganggu kualitas hidup pribadinya. Ia berkomitmen untuk tidak membiarkan tuntutan profesi merusak kesejahteraan emosional maupun hubungan dengan orang-orang tercinta.

Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi prinsip utama yang ia pegang teguh agar tidak terjebak dalam stres berkepanjangan. Ia selalu kembali pada alasan dasar mengapa ia mencintai pekerjaannya tanpa harus mengorbankan kesehatan.

"Ada banyak hal dalam hidup kita, dan terutama dalam profesi ini, yang dapat dengan cepat mengubah keadaan emosional, cara berpikir, dan perasaan kita. Tetapi saya selalu kembali pada prinsip 'saya melakukan apa yang saya lakukan karena saya mencintainya'," kata Arteta.

"Ini adalah gairah saya. Sesuatu yang menjadi gairah saya tidak boleh membahayakan kesehatan, keadaan emosional, atau keluarga saya. Saya tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi," kata Arteta.

Artikel terkait

Rekomendasi