PT Multi Harapan Utama (MHU) berhasil menyabet penghargaan Indonesia Best CSR Awards 2026 yang diselenggarakan oleh The Iconomics. Seperti diberitakan oleh Investor Daily, apresiasi ini diberikan atas dedikasi perusahaan dalam menjalankan Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C di wilayah lingkar tambang Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Sejak pertama kali digulirkan pada 2019, inisiatif sosial ini tercatat telah membantu sebanyak 869 warga setempat untuk mendapatkan ijazah pendidikan kesetaraan. Berkat dampak positif tersebut, MHU dinilai sukses menghadirkan manfaat sosial yang nyata berupa perluasan akses pendidikan sekaligus penciptaan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Prosesi penyerahan penghargaan bergengsi ini berlangsung di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial Republik Indonesia, Jakarta, pada Kamis (21/5). Agenda tahun ini mengusung tema "Transformasi CSR: Adaptasi Korporasi di Tengah Arah Baru Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto".
Inisiasi program bermula dari kegiatan pemetaan sosial yang dilakukan internal perusahaan. Data menunjukkan adanya angka putus sekolah yang cukup tinggi di wilayah Ring 1 operasional MHU. Dari total sekitar 52 ribu penduduk yang tersebar pada 10 desa, terdapat sekitar 34% warga yang belum menuntaskan pendidikan formal mereka.
Guna mengatasi persoalan tersebut, MHU kemudian menjalin kemitraan strategis dengan PKBM Puteri Karang Melenu di Kecamatan Loa Kulu. Kerja sama ini diwujudkan dalam bentuk program pendidikan kesetaraan sebagai pilar pengembangan masyarakat jangka panjang.
Selain memfasilitasi ujian Paket A, B, dan C, program berkelanjutan ini juga mencakup penyediaan fasilitas penunjang belajar. Pihak perusahaan melakukan renovasi pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), pengadaan perangkat komputer, hingga penyelenggaraan pelatihan keterampilan kerja seperti tata boga dan operator alat berat.
Memasuki tahun 2024, total anggaran yang dialokasikan untuk operasional program menyentuh angka Rp 516 juta. Dana stimulan ini bersumber dari dukungan dana CSR PT MHU, sokongan Dinas Pendidikan setempat, serta kontribusi aktif dari warga belajar.
Membuka Peluang Kerja dan Kesejahteraan
Hingga saat ini, tercatat ada 212 lulusan program yang telah terserap kerja di berbagai perusahaan maupun sektor usaha. Beberapa di antaranya bekerja di PT Madani, PT AMM, PT Niaga Mas, sektor jasa keamanan, hingga menjadi wirausaha mandiri, sedangkan sebagian lainnya memilih melanjutkan ke perguruan tinggi.
Manfaat nyata program dirasakan langsung oleh Yeni Yuniarni, mahasiswi Program Studi Agroteknologi Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) asal Desa Loa Ulung yang berhasil kuliah lewat beasiswa MHU. Berkat dukungan tersebut, Yeni bahkan mendapatkan kesempatan berharga untuk mengikuti program pertukaran pelajar menuju Korea Selatan.
"Dulu saya sempat berpikir tidak akan bisa kuliah karena kondisi keluarga. Tapi beasiswa ini mengubah banyak hal dalam hidup saya. Saya tidak hanya bisa melanjutkan pendidikan, tetapi juga mendapatkan kesempatan belajar hingga ke Korea. Kalau saya tidak kuliah, mungkin saya tidak akan pernah sampai di titik ini," ujar Yeni.
Presiden Direktur PT Multi Harapan Utama, Kemal Djamil Siregar memaparkan bahwa sektor pendidikan menjadi fondasi utama dalam mengupayakan dampak sosial yang berkelanjutan di area operasional bisnis perusahaan.
"Bagi MHU, keberhasilan operasional harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Program pendidikan kesetaraan dan beasiswa ini kami jalankan bukan sekadar bantuan sosial, tetapi investasi jangka panjang untuk membuka akses, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional kami," tutur Kemal.
Indikator Keberhasilan dan Dampak Sosial Terukur
Selain mendapatkan pengakuan secara nasional, program ini memiliki parameter dampak sosial yang terukur secara ilmiah. Program mencatatkan nilai Social Return on Investment (SROI) di angka 3,59, yang berarti tiap investasi senilai Rp 1 mampu memberikan manfaat sosial setara Rp 3,59 bagi komunitas lokal.
Indikator performa lain terlihat dari perolehan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 3,72 dari skala maksimal 4, atau setara dengan nilai 93,06. Capaian dengan kategori 'Sangat Baik' ini menggambarkan tingkat kepuasan yang tinggi dari para penerima manfaat terhadap eksekusi program di lapangan.
Keberhasilan program turut mempererat relasi sosial perusahaan dengan masyarakat lokal serta ikut menyokong ketercapaian target SDGs Desa. Fokus utamanya menyasar pada aspek pengentasan kemiskinan, penyediaan pendidikan berkualitas, pertumbuhan ekonomi, hingga kemitraan pembangunan.
Langkah ke depan, MHU berkomitmen untuk terus memperkuat fondasi program pendidikan lewat peningkatan mutu pembelajaran. Langkah ini diimbangi perluasan program pelatihan kerja serta penguatan kolaborasi multipihak bersama pemerintah daerah demi mendongkrak daya saing masyarakat secara berkelanjutan.