Jumlah Pengguna Harian Meta Turun 20 Juta Akibat Gangguan Global

Jumlah Pengguna Harian Meta Turun 20 Juta Akibat Gangguan Global
Foto: Ilustrasi Jumlah Pengguna Harian Meta Turun 20 Juta Akibat Gangguan Global.

Induk perusahaan media sosial Meta mencatatkan penyusutan jumlah pengguna aktif harian sebanyak 20 juta orang di seluruh platform miliknya pada laporan keuangan kuartal I-2026. Penurunan yang mencakup Facebook, Instagram, hingga WhatsApp ini dipicu oleh gangguan akses di Iran dan Rusia.

Dilansir dari Tekno, total pengunjung harian atau Daily Active People (DAP) Meta kini berada di angka 3,5 miliar per kuartal I-2026. Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 0,5 persen jika dibandingkan dengan kuartal IV-2025 yang mencapai 3,58 miliar pengguna.

Kepala Keuangan Meta, Susan Li, memberikan penjelasan mengenai faktor eksternal yang memengaruhi performa operasional perusahaan tersebut. Li menunjuk kendala infrastruktur dan regulasi di beberapa negara sebagai penyebab utama berkurangnya angka partisipasi pengguna.

"Hari ini pemerintah Rusia mencoba memblokir WhatsApp sepenuhnya sebagai upaya mendorong warganya beralih ke aplikasi pengawasan buatan dalam negeri," tulis WhatsApp dalam sebuah posting di X (Twitter) pada Februari lalu.

Penjelasan tersebut merujuk pada kebijakan pemerintah Rusia yang membatasi akses aplikasi pesan instan milik Meta sejak pertengahan Februari 2026. Langkah ini diambil guna mengarahkan warga Rusia menggunakan aplikasi domestik bernama Max.

Susan Li menambahkan bahwa tantangan teknis dalam pengembangan teknologi masa depan juga menjadi fokus perusahaan saat ini. Kebutuhan sumber daya untuk mendukung inovasi baru diakui melampaui estimasi awal manajemen Meta.

"kebutuhan komputasi AI terus melampaui perkiraan, bahkan ketika Meta sudah meningkatkan kapasitas secara agresif," aku Susan Li, Kepala Keuangan Meta.

Meskipun jumlah pengguna menyusut, pendapatan Meta justru melonjak 33 persen secara tahunan menjadi 56,3 miliar dollar AS dengan laba bersih 22,8 miliar dollar AS. Namun, pengumuman ini diikuti anjloknya harga saham perusahaan sebesar 9 persen pada penutupan perdagangan Jumat, 1 Mei 2026.

Meta berencana meningkatkan belanja investasi kecerdasan buatan menjadi kisaran 125 miliar hingga 145 miliar dollar AS pada tahun ini. Peningkatan anggaran ini ditujukan untuk pengadaan chip komputasi dan pembangunan pusat data baru guna menunjang ambisi teknologi perusahaan.

Di Rusia, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov memberikan pernyataan terkait status layanan pesan Meta di negaranya. Peskov menegaskan bahwa normalisasi akses bergantung pada kepatuhan perusahaan terhadap regulasi lokal yang berlaku.

Artikel terkait

Rekomendasi