Beberapa hari sudah berselang semenjak helatan panggung fesyen terbesar dunia, Met Gala masih jadi perbincangan hangat. Karpet merah yang biasanya menjadi ajang pamer kemewahan, kali ini berubah wujud menjadi galeri seni yang bernapas. Dengan ditetapkannya tema ÔÇ£Fashion Is ArtÔÇØ untuk Met Gala tahun ini, tidak sedikit tamu undangan yang menjadikan karya seni bersejarah sebagai referensi busana mereka di karpet merah.
Para selebriti tahun ini datang layaknya karya seni berjalan. Mengutip dari artikel Vogue dan W Magazine, banyak tamu mengadaptasi lukisan, patung klasik, sampai karya surealis ke dalam busana couture mereka. Atmosfer museum berpindah ke tangga Metropolitan Museum of Art, menciptakan dialog visual antara masa lalu dan masa kini.
Lukisan tampaknya menjadi sumber inspirasi favorit para tamu Met Gala tahun ini. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Gracie Abrams yang tampil dalam balutan gaun Chanel berlapis bordir emas terinspirasi dari Portrait of Adele Bloch-Bauer I karya Gustav Klimt. Gaun rancangan Matthieu Blazy itu dibuat menyerupai permukaan daun emas khas lukisan Gustav Klimt, mengutip dari Vogue. Detail bordir mosaik dan rok chiffon berantai membuat Gracie tampak seperti sosok tiga dimensi yang keluar langsung dari lukisan.
Masih dari karya Gustav Klimt, Hunter Schafer juga hadir dengan interpretasi berbeda lewat lukisan Mäda Primavesi. W Magazine mengatakan bahwa Hunter mengenakan gaun linen empire waist rancangan Prada lengkap dengan pita rambut dan riasan wajah yang menyerupai sosok Mäda dalam lukisan asli tahun 1912. Hanya saja, tampilan Hunter dibuat lebih eksperimental, memberikan napas modern pada potret anak kecil yang legendaris tersebut.
Nuansa dramatis juga dihadirkan oleh Rachel Zegler yang mencuri perhatian lewat gaun putih Prabal Gurung yang terinspirasi dari The Execution of Lady Jane Grey karya Paul Delaroche. Tampilan itu terasa sangat kuat berkat blindfold rancangan Jennifer Behr yang dikenakannya di wajah, menciptakan kesan melankolis sekaligus elegan.
Misteri Madame X yang Terlahir Kembali
Selain lukisan klasik, beberapa selebriti juga memilih potret perempuan legendaris sebagai inspirasi busana mereka. Salah satu yang paling banyak direferensikan adalah Portrait of Madame X karya John Singer Sargent dari tahun 1884. Julianne Moore tampil dalam balutan gaun hitam Bottega Veneta dengan tali bahu yang sedikit jatuh. Detail kecil itu menjadi penghormatan pada elemen paling kontroversial dalam lukisan Madame X, yakni tali gaun yang melorot dari bahu.
Lauren S├ínchez Bezos memilih interpretasi yang lebih literal lewat gaun Schiaparelli dengan siluet yang sangat mirip dengan lukisan asli. Menurut W Magazine, salah satu tali berhias permata pada gaunnya sengaja dibuat menjuntai di lengan atas untuk mereferensikan versi awal lukisan sebelum direvisi oleh John Singer Sargent. Claire Foy juga ikut menghadirkan interpretasi Madame X lewat gaun satin hitam Erdem yang dipadukan jaket berhias kristal, membuktikan bahwa pesona misterius Virginie Am├®lie Avegno Gautreau tidak pernah lekang oleh waktu.
Manifestasi Patung Marmer dalam Kain
Tidak sedikit tamu yang menjadikan patung klasik sebagai referensi look mereka. Heidi Klum menjadi salah satu yang paling total lewat tampilannya yang terinspirasi dari Veiled Vestal karya Raffaele Monti.
"ia mendapatkan inspirasi setelah melihat langsung karya tersebut di museum" ujar Heidi Klum, Model.
Bersama penata rias prostetik Mike Marino, tubuh dan wajah Heidi dibalut material menyerupai kain transparan seperti patung marmer asli. Sementara itu, Kendall Jenner juga tampil menyerupai patung lewat gaun GapStudio by Zac Posen yang terinspirasi dari Winged Victory of Samothrace, patung Yunani abad ke-2 SM yang terkenal di Museum Louvre. Dikutip dari Vogue, Zac Posen menggunakan liquid jersey, satin-face chiffon, dan organza untuk menciptakan efek draperi seperti kain yang tertiup angin pada patung asli.
Melalui tema ÔÇ£Fashion Is ArtÔÇØ ini, para tamu undangan menghadirkan kembali interpretasi mereka akan karya seni bersejarah dalam bentuk fashion. Lewat Met Gala ini, karya seni yang dijadikan referensi tersebut mendapatkan lampu sorotnya kembali untuk bisa dikenang, dikagumi, dan dipelajari oleh lebih banyak orang.