Menteri PU Dody Hanggodo Kecewa Progres Sekolah Rakyat Ditutup-tutupi

Menteri PU Dody Hanggodo Kecewa Progres Sekolah Rakyat Ditutup-tutupi
Foto: Ilustrasi Menteri PU Dody Hanggodo Kecewa Progres Sekolah Rakyat Ditutup-tutupi.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan kekecewaannya terkait hambatan dalam pembangunan sekolah rakyat yang dinilai jauh tertinggal dari target pada Jumat (17/4/2026). Dody menyebut terdapat upaya dari pihak tertentu untuk menyembunyikan laporan kemajuan proyek tersebut darinya.

Temuan ini diperoleh saat Menteri PU melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi proyek pembangunan sekolah rakyat tahap II di Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detik Finance, Dody melihat sendiri bahwa realisasi di lapangan sangat kecil dan tidak sesuai dengan laporan yang ia terima sebelumnya.

"Yang sekolah rakyat ini masih sangat-sangat jauh tertinggal. Hanya saya sesalkan kenapa ini mesti ditutupin gitu loh, ditutupin dari saya. Dan kemudian saya harus tahu dengan mata kepala sendiri dan penjelasan yang saya terima itu nggak bisa saya terima dengan akal sehat," ungkap Dody Hanggodo, Menteri PU.

Pemerintah sendiri telah menetapkan target ambisius untuk mendirikan 100 sekolah rakyat setiap tahunnya. Meskipun menghadapi kendala transparansi di lapangan, Dody menegaskan komitmennya untuk mengejar ketertinggalan tersebut agar proyek dapat rampung tepat waktu sesuai jadwal yang telah disusun.

"Kita dikasih kepercayaan untuk mewujudkan ini, harusnya kita bersemangat 45, kalau kita perlu mati di lapangan sana untuk bisa agar sekolah rakyat ini terbangun, on time, dengan progres yang bagus. apapun pahambatan awal yang kita akan harus tempuh. Saya akan kejar itu, insyaallah bisa lah," ungkap Dody Hanggodo, Menteri PU.

Program ini merupakan bagian dari visi strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul di masa depan. Dody meyakini bahwa keberadaan fasilitas pendidikan ini akan menjadi faktor kunci bagi kelompok masyarakat prasejahtera.

"Ini kan untuk adik-adik kita, adik-adik kita yang prasejahtera, harapannya inilah generasi emas kita nanti. Paling nggak di tahun 2045," pungkas Dody Hanggodo, Menteri PU.

Artikel terkait

Rekomendasi