Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf melepas keberangkatan 200 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah gelombang II pada Kamis (23/4/2026). Prosesi pelepasan tersebut berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, untuk mendukung kelancaran ibadah haji 1447 H/2026 M.
Para personel ini dipersiapkan untuk bertugas di Makkah yang menjadi pusat pelaksanaan rangkaian ibadah haji bagi jemaah asal Indonesia. Penugasan ini bertujuan memastikan seluruh layanan di Tanah Suci berjalan optimal sebagaimana dilansir dari Cahaya.
Menteri Haji menegaskan bahwa tanggung jawab di Makkah merupakan amanah besar karena wilayah tersebut menjadi titik krusial dalam penyelenggaraan haji. Ia menyebut setiap tindakan petugas akan membawa nama baik institusi negara di mata dunia.
ÔÇ£Tugas ini bukan sekadar administratif dan teknis, tetapi juga tugas kemanusiaan sekaligus tugas negara. Kesalahan sekecil apa pun dapat dipersepsikan sebagai kesalahan negara, sementara keberhasilan saudara adalah keberhasilan negara,ÔÇØ ujar Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Haji dan Umrah.
Irfan Yusuf juga menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental mengingat beban kerja di Makkah tidaklah ringan. Ia mengimbau seluruh petugas untuk selalu menjaga ritme kerja serta memperkuat koordinasi antar tim di lapangan.
ÔÇ£Beratnya tugas di Makkah menuntut kestabilan fisik dan mental. Jaga ritme kerja, bekerja secara tim, dan bangun koordinasi yang matang,ÔÇØ pesan Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Haji dan Umrah.
Selain masalah teknis, aspek etika dalam melayani jemaah yang memiliki latar belakang beragam menjadi sorotan utama. Petugas diwajibkan mengedepankan sikap sabar serta empati, terutama saat menangani jemaah dari kelompok rentan.
ÔÇ£Utamakan pelayanan kepada jemaah, khususnya lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan. Semua wajib dilayani sebaik-baiknya. Ukur keberhasilan dari seberapa banyak jemaah yang terlindungi dan terlayani dengan baik,ÔÇØ tegas Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Haji dan Umrah.
Integritas dan niat ibadah harus menjadi fondasi utama bagi setiap petugas selama menjalankan kewajibannya di Tanah Suci. Menteri mengingatkan agar hati nurani selalu digunakan sebagai standar dalam memberikan pelayanan kepada para jemaah.
ÔÇ£Gunakan hati untuk mengukur apakah pelayanan kita sudah baik atau belum. Bekerjalah dengan niat ibadah, hati yang bersih, dan mencerminkan keteladanan,ÔÇØ lanjut Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Haji dan Umrah.
Pelepasan gelombang II ini menjadi bagian dari penguatan struktur layanan haji Indonesia demi mewujudkan ibadah yang aman dan nyaman bagi seluruh jemaah. Petugas juga diajak untuk mendoakan kekuatan bangsa serta kemampuan para pemimpin dalam mengemban amanah.