Menteri Haji dan Umrah Tinjau Keberangkatan Jemaah ke Arafah

Menteri Haji dan Umrah Tinjau Keberangkatan Jemaah ke Arafah
Foto: Ilustrasi Menteri Haji dan Umrah Tinjau Keberangkatan Jemaah ke Arafah.

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, meninjau langsung proses keberangkatan jemaah haji Indonesia menuju Arafah di Hotel Luluat Albait, kawasan Syisah, Makkah, Arab Saudi, pada Senin (25/5). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan fase puncak ibadah haji, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia.

Pemeriksaan ketat dilakukan terhadap seluruh fasilitas dasar jemaah, yang mencakup tenda, kasur, hingga pasokan logistik konsumsi selama berada di wilayah Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Langkah antisipasi ini diambil demi memastikan kelancaran pelayanan logistik di lapangan.

"Kami sudah menghitung manual kasur dan jumlah untuk memastikan bahwa semua jemaah dapat kasur dan dapat tenda," kata Irfan.

Pria yang akrab disapa Gus Irfan ini juga memberikan imbauan khusus terkait cuaca ekstrem dan suhu panas menyengat di Arab Saudi demi menjaga keselamatan fisik para jemaah.

"Jemaah jangan banyak jalan-jalan keluar. Panas. Itu berbahaya bagi kesehatan. Jadi lebih baik di dalam tenda, berdoa, berzikir, apa pun yang bisa dilakukan," pinta Irfan.

Pihak kementerian terus berupaya menjaga kualitas layanan operasional agar pelaksanaan ibadah di tanah suci berjalan optimal tanpa kendala fasilitas.

"Mudah-mudahan layanan yang baik ini bisa terus berjalan dan bisa lebih baik lagi," tutur Irfan.

Kondisi iklim yang menantang tersebut diantisipasi oleh kesiagaan tim medis dari Petugas Layanan Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Petugas Layanan Kesehatan PPIH Arab Saudi, Muhammad Fathi Banna Al Faruqi, menegaskan pentingnya pemahaman mandiri jemaah untuk mendinginkan tubuh guna mencegah risiko kelelahan panas hingga sengatan panas.

Penanganan cepat disarankan melalui metode kompres basah pada titik-titik anatomi tubuh tertentu yang memiliki pembuluh darah besar dekat permukaan kulit.

"Jika merasa gerah menyengat, jangan hanya mengompres dahi. Basahi handuk kecil atau kain, lalu tempelkan pada area pembuluh darah besar yang dekat dengan permukaan kulit, yaitu leher belakang atau samping, ketiak, dan lipatan paha," ujar Fathi.

Selain kompres, penggunaan alat bantu berupa botol semprot air dan kipas angin portable dinilai sangat efektif untuk menurunkan suhu badan secara instan di tengah cuaca panas.

"Sediakan botol semprot kecil berisi air di dalam tas. Semprotkan air tipis-tipis ke wajah, lengan, dan leher, lalu kipas secara manual atau menggunakan kipas angin portable. Efektif membuang panas tubuh secara instan, sepertu mekanisme pengeluaran keringat," kata Fathi.

Artikel terkait

Rekomendasi