Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Moch. Irfan Yusuf menyampaikan Khutbah Arafah 1447 H/2026 M yang menekankan pentingnya kesalehan, kemanusiaan, kesetaraan, ketundukan, dan persaudaraan umat manusia pada Selasa (26/5) di Padang Arafah, Arab Saudi.
Dilansir dari Media Indonesia, momentum puncak ibadah haji ini diikuti oleh ratusan ribu jemaah asal Indonesia yang secara bertahap telah bergeser ke Arafah sejak Senin (25/5) pukul 07.00 waktu Arab Saudi guna memastikan kelancaran jadwal.
Penyelenggaraan haji pada tahun ini mencatat sejarah baru karena untuk pertama kalinya berjalan di bawah naungan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia yang regulasinya diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2025.
"Hari ini kita berada di Arafah. Di tempat yang mulia ini, jutaan manusia datang dengan pakaian yang sama, doa yang sama, dan harapan yang sama. Semua menundukkan diri di hadapan Allah SWT," kata Menhaj Moch. Irfan Yusuf, Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Pemerintah memfokuskan layanan operasional pada kesiapan fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang meliputi aspek tenda, konsumsi, transportasi, kesehatan, hingga perlindungan jemaah setelah tibanya 527 kloter berisi 202.551 jemaah, 2.098 petugas, serta 16.596 jemaah haji khusus di Mekah.
"Tahun ini menjadi tonggak penting. Pelayanan haji harus menjadi bukti bahwa negara hadir lebih fokus, lebih terarah, dan lebih dekat kepada jemaah," ujarnya Menhaj Moch. Irfan Yusuf, Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Pelaksanaan haji tahun ini menerapkan Tri Sukses Haji yang mencakup sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi melalui tata kelola dam yang akuntabel, serta sukses keadaban untuk membentuk karakter jemaah yang disiplin dan santun.
"Haji tidak hanya menghadirkan kesalehan pribadi, tetapi juga harus melahirkan atsar kebaikan bagi masyarakat dan bangsa," ucapnya Menhaj Moch. Irfan Yusuf, Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Demi menjaga keselamatan jiwa jemaah lanjut usia, risiko tinggi, dan komorbid, pemerintah menerapkan skema murur dari Arafah langsung menuju Mina, di samping komitmen penguatan layanan Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan.
"Setiap keterbatasan harus mendapat dukungan, dan setiap petugas harus hadir dengan sigap serta memahami kebutuhan khusus jemaah," ucapnya Menhaj Moch. Irfan Yusuf, Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Fasilitas pendukung lain yang disiapkan meliputi 15 porsi makanan siap santap cita rasa Nusantara selama Armuzna, digitalisasi lewat Command Center dan aplikasi Kawal Haji, hingga penyaluran daging dam dari 145.341 jemaah untuk membantu warga Palestina.
"Arafah adalah ruang muhasabah. Mari isi waktu wukuf dengan doa terbaik untuk keluarga, para pemimpin bangsa, keselamatan Indonesia, dan semoga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur," tutur Menhaj Moch. Irfan Yusuf, Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia.