Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mematangkan persiapan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) dalam rapat bersama Amirulhaj di Kantor Daerah Kerja Mekah, Arab Saudi, Kamis (21/5), seperti dilansir dari Media Indonesia.
Langkah ini diambil karena Armuzna menjadi fase paling krusial bagi jutaan jemaah haji dari seluruh dunia yang akan berkumpul di lokasi tersebut dalam waktu bersamaan.
"Seluruh jemaah haji dari seluruh dunia berkumpul di satu tempat, sehingga diperlukan persiapan yang sangat matang," kata Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf.
Pria yang akrab disapa Gus Irfan tersebut menjelaskan bahwa Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyusun jadwal pergerakan secara ketat demi mencegah penumpukan jemaah.
"Mulai tanggal 8 (Dzulhijjah), kami menggerakkan jemaah haji masuk Arafah. Tenu dengan perhitungan-perhitungan dan jadwal yang sudah diatur secara ketat," ujar Mochamad Irfan Yusuf.
Berdasarkan jadwal resmi, jemaah haji Indonesia akan mulai diberangkatkan ke Arafah pada Senin, 25 Mei 2026 atau 8 Zulhijah 1447 H, dilanjutkan dengan wukuf pada Selasa, 26 Mei 2026 sebelum bergerak ke Muzdalifah dan Mina.
Selain mengatur mobilitas dan transportasi, kesiapan kondisi fisik serta mental para jemaah juga menjadi poin penting yang ditekankan oleh pemerintah menjelang puncak ibadah.
"Kami juga menyiapkan agar jemaah benar-benar siap fisik dan mental terkait Arafah karena tinggal beberapa hari lagi," kata Mochamad Irfan Yusuf.
Pemerintah juga mengantisipasi tantangan distribusi logistik makanan di fase Armuzna akibat adanya penutupan akses jalan dan terbatasnya pergerakan kendaraan dengan memaksimalkan pembagian makanan siap saji.
"Kami akan memaksimalkan proses pembagian konsumsi terkait dengan konsumsi untuk makanan siap saji yang dibagikan kepada jemaah haji," ujar Mochamad Irfan Yusuf.