Pemerintah memberikan perlindungan penuh dan hadir bagi seluruh jemaah yang menjalankan ibadah di Tanah Suci. Penegasan ini disampaikan dalam momentum pelepasan jemaah haji kloter pertama Embarkasi Banten yang berlangsung di Bandara Soekarno-Hatta.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, menyatakan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini memiliki arti yang sangat istimewa. Hal tersebut dikarenakan untuk pertama kalinya kementeriannya mengelola ibadah haji secara penuh.
"Ibu-Bapak sekalian, penyelenggaraan haji tahun ini memiliki makna yang sangat khusus. Ini adalah penyelenggaraan haji pertama bagi Kementerian Haji dan Umrah dalam menjalankan amanah besar ini secara penuh. Sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab yang kami emban dengan penuh kesungguhan," ujar Menhaj dikutip dari Detikcom pada Rabu (22/4/2026).
Irfan Yusuf mengakui bahwa pelaksanaan ibadah tahun ini bertepatan dengan dinamika global yang cukup tinggi. Adanya peningkatan konflik di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu perhatian utama dalam proses penyelenggaraan.
Kondisi tersebut dinilai wajar jika memicu kekhawatiran bagi pemerintah maupun keluarga yang ditinggalkan. Namun, Menhaj memastikan bahwa negara telah mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi risiko keamanan jemaah Indonesia.
Negara secara intensif terus membangun koordinasi dengan berbagai pihak yang memiliki kewenangan terkait. Langkah ini diambil guna menjamin kenyamanan serta aspek keamanan bagi seluruh warga negara Indonesia yang sedang beribadah.
"Untuk itu, izinkan saya menyampaikan dengan penuh ketulusan, Negara hadir bersama Ibu-Bapak sekalian. Pemerintah hadir. Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan otoritas terkait guna memastikan bahwa seluruh jamaah Indonesia mendapatkan perlindungan, pelayanan, dan keamanan terbaik selama menjalankan ibadah," kata Irfan Yusuf.
Keselamatan jemaah telah ditetapkan sebagai prioritas paling utama dalam pelaksanaan haji tahun ini. Arahan tersebut datang langsung dari Presiden untuk memastikan perlindungan maksimal bagi setiap peserta kloter.
"Itu adalah permintaan dari Presiden yang menekankan keamanan dan keselamatan jamaah menjadi prioritas utama," ujar Irfan Yusuf.
Menhaj juga menyampaikan harapan agar seluruh rombongan diberikan kemudahan dalam melewati setiap rangkaian ibadah. Harapan tersebut mencakup kondisi kesehatan fisik hingga kepulangan kembali ke tanah air nantinya.
"Semoga seluruh jamaah Indonesia diberikan kelancaran, kesehatan, dan keselamatan. Semoga seluruh rangkaian ibadahnya diterima oleh Allah SWT, dan semoga Bapak-Ibu sekalian bisa kembali ke tanah air dengan sehat dan menjadi haji yang mabrur dan mabruroh. Amin," tutur Irfan Yusuf.