Menteri Haji Larang Petugas PPIH 2026 Pulang Mendahului Jadwal

Menteri Haji Larang Petugas PPIH 2026 Pulang Mendahului Jadwal
Foto: Ilustrasi Menteri Haji Larang Petugas PPIH 2026 Pulang Mendahului Jadwal.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf melarang seluruh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 mengajukan izin pulang lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan. Penegasan ini disampaikan saat melepas 200 personel PPIH Daerah Kerja Makkah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Kamis (23/4/2026).

Dilansir dari Nasional, kedisiplinan jadwal kepulangan menjadi kewajiban mutlak bagi para petugas selama menjalankan amanah di Tanah Suci. Irfan menyebutkan bahwa setiap personel harus mematuhi kalender operasional pemberangkatan maupun pemulangan secara konsisten.

"Saya sudah sampaikan, tidak ada izin untuk pulang lebih awal. Berangkat sesuai jadwal, pulang sesuai jadwal," ujar Irfan, Menteri Haji dan Umrah RI.

Komitmen para petugas diperlukan agar tidak ada pengajuan percepatan kepulangan dengan dalih apa pun. Jika sejak awal seorang petugas memiliki rencana pribadi untuk kembali ke tanah air lebih cepat, Irfan menyarankan agar yang bersangkutan membatalkan keberangkatannya.

"Tidak ada izin pulang lebih awal apapun alasannya. Kalau masih merencanakan pulang lebih awal lebih baik tidak berangkat hari ini," ucap Irfan, Menteri Haji dan Umrah RI.

Posisi petugas haji dipandang sebagai representasi resmi negara yang bertugas menjaga keselamatan dan kenyamanan jemaah. Segala tindakan para petugas di lapangan akan berdampak langsung pada reputasi Indonesia di mata dunia internasional.

"Apapun yang Bapak Ibu lakukan jika positif memberikan nilai positif kepada negara kepada bangsa, jika negatif akan memberikan citra negatif kepada bangsa dan negara," kata Irfan, Menteri Haji dan Umrah RI.

Pelayanan di Makkah disebut sebagai fase paling krusial karena menjadi titik pertemuan jemaah dari berbagai penjuru dunia. Tanggung jawab besar ini menuntut kesiapan fisik dan mental yang prima dari setiap anggota PPIH.

"Bukan tugas yang ringan, karena mengemban amanah yang berat, Makkah adalah puncak peayanan haji. Di sana konsentrasi jemaah bertemu, dari seluruh dunia," tutur Irfan, Menteri Haji dan Umrah RI.

Selain memberikan pengarahan teknis, Menteri Haji juga menitipkan pesan spiritual kepada para petugas yang akan bertolak ke Arab Saudi. Ia berharap para petugas menyempatkan diri mendoakan ketangguhan bangsa di tengah ketidakpastian kondisi global saat ini.

"Jangan lupa jika ada kesempatan berdoa di tempat-tempat yang mustajabah, saya moon doakan untuk bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang tetap kuat, bangsa yang sanggup menjalani situasi dunia yang tidak menentu ini," tutur Irfan, Menteri Haji dan Umrah RI.

Artikel terkait

Rekomendasi