Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau seluruh pihak agar menahan diri dari spekulasi mengenai penyebab tabrakan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Pernyataan tersebut disampaikan guna menjaga objektivitas proses pemeriksaan yang sedang berlangsung di lapangan.
Kepastian mengenai pemicu insiden yang terjadi pada Senin, 27 April 2026 tersebut kini sepenuhnya berada di tangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Dilansir dari Suara, lembaga tersebut tengah menjalankan serangkaian prosedur teknis untuk mengungkap fakta di balik kecelakaan di wilayah Bekasi tersebut.
"Proses investigasi KNKT dilakukan secara menyeluruh, objektif, dengan mengumpulkan fakta dan informasi di lapangan, mempertimbangkan berbagai hal serta analisis komprehensif," ujar Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan di Jakarta pada Senin, 4 Juni 2026.
Menhub menegaskan pentingnya sikap menghormati otoritas keselamatan transportasi dalam menjalankan tugasnya. Hal ini bertujuan agar rekomendasi yang dihasilkan nantinya benar-benar akurat berdasarkan data lapangan.
"Untuk itu, mari kita sama-sama hormati proses tersebut dan tunggu hasil investigasi untuk mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kecelakaan," sambung Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan.
Sejauh ini, tim investigator telah melaksanakan simulasi pada sistem persinyalan kereta api di lokasi kejadian. Langkah ini diambil secara khusus untuk menguji fungsionalitas dan respons sistem saat kedua kereta tersebut melintas di jalur yang sama.
Pihak kementerian juga memastikan akan menindaklanjuti setiap poin rekomendasi yang dikeluarkan KNKT setelah laporan akhir diterbitkan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperketat standar keselamatan operasional perkeretaapian nasional di masa mendatang.