Kabar mengejutkan datang dari lingkungan istana terkait perombakan struktural pada lembaga negara yang baru saja dibentuk. Presiden Prabowo Subianto secara resmi memutuskan untuk memberhentikan Dadan Hindayana dari posisinya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Keputusan besar ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, dalam sebuah konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta. Menurut keterangan resmi, pencopotan jabatan tersebut berlaku efektif sejak Selasa malam, 2 Juni 2026.
Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan bahwa langkah ini diambil Presiden Prabowo sebagai bagian dari evaluasi dan penyegaran kepemimpinan di tubuh Badan Gizi Nasional. Pergantian ini menandai pergeseran signifikan dalam manajemen lembaga yang mengurusi program gizi nasional tersebut.
Tidak hanya posisi kepala lembaga saja yang mengalami perubahan drastis dalam perombakan kali ini. Presiden Prabowo juga memberhentikan dua pejabat tinggi lainnya yang mendampingi Dadan selama menjabat di lembaga tersebut.
Dua sosok yang turut dicopot dari jabatannya adalah Brigjen Pol. Sony Sonjaya serta Mayjen TNI (Purn.) Lodewyk Pusung. Keduanya sebelumnya mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional sebelum akhirnya diberhentikan secara hormat oleh Presiden.
Sebagai langkah cepat untuk menjaga keberlangsungan organisasi, pemerintah telah menunjuk sosok pengganti untuk memimpin BGN. Nanik S. Deyang, yang sebelumnya juga menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, kini dipercaya Presiden untuk naik posisi menjadi pimpinan tertinggi di lembaga tersebut.
Profil dan Latar Belakang Dadan Hindayana
Sebelum dikenal sebagai pejabat publik, Dadan Hindayana memiliki rekam jejak yang sangat kuat di dunia akademik. Pria yang lahir di Garut, Jawa Barat ini, merupakan seorang pakar yang memiliki latar belakang pendidikan sangat mumpuni di bidang pertanian.
Perjalanan akademisnya dimulai di Institut Pertanian Bogor (IPB), di mana ia berhasil meraih gelar sarjana pada tahun 1990. Setelah menyelesaikan studinya di dalam negeri, Dadan memilih untuk memperdalam ilmunya di Benua Eropa.
Dadan tercatat pernah menempuh pendidikan di dua universitas bergengsi di Jerman untuk memperluas cakrawala keilmuannya. Ia merupakan lulusan dari Leibniz University Hannover dan juga University of Bonn.
Informasi lengkap mengenai karier akademik Dadan Hindayana dapat dilihat pada tabel berikut:
| Kategori | Keterangan Detail |
|---|---|
| Asal Institusi | Institut Pertanian Bogor (IPB) |
| Program Studi | Entomologi (Magister S-2) |
| Jabatan Fungsional | Lektor |
| Status Kepegawaian | Dosen Tetap |
| Pendidikan Luar Negeri | Leibniz University Hannover & University of Bonn |
Berdasarkan data resmi dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Dadan masih terdaftar secara aktif sebagai tenaga pengajar di Fakultas Pertanian IPB. Ia secara spesifik mengajar pada Program Studi Entomologi untuk jenjang magister atau strata dua.
Selama berkarier sebagai akademisi, ia sangat produktif dalam menghasilkan berbagai karya ilmiah yang berbobot. Hasil penelitiannya banyak menghiasi berbagai jurnal akademik baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sebelum mendapatkan amanah besar untuk memimpin Badan Gizi Nasional di era pemerintahan Presiden Prabowo, Dadan memegang jabatan fungsional sebagai Lektor. Dedikasinya di dunia pendidikan telah membawanya menjadi salah satu ahli yang diperhitungkan di bidangnya.
Dinamika Pemerintahan dan Program Gizi
Pencopotan Dadan Hindayana ini terjadi di tengah gencarnya pemerintah dalam menjalankan berbagai program strategis nasional. Salah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui skema yang lebih terintegrasi.
Presiden Prabowo sendiri diketahui sangat menaruh perhatian pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para siswa. Belum lama ini, Presiden bahkan sempat meninjau langsung pelaksanaan program tersebut di SMPN 111 Jakarta dan menyantap menu bersama para murid.
Berikut adalah poin-poin utama terkait pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional:
- Keputusan Resmi: Pemberhentian dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada awal Juni 2026.
- Pejabat yang Dicopot: Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua Wakil Kepala BGN lainnya.
- Pimpinan Baru: Nanik S. Deyang resmi ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru.
- Konteks Jabatan: Perubahan ini dilakukan untuk memperkuat kinerja lembaga dalam mengawal program strategis negara.
Meskipun terjadi perombakan kepemimpinan, agenda besar pemerintah dalam bidang kesehatan dan pangan dipastikan akan tetap berjalan sesuai rencana. Penunjukan Nanik S. Deyang diharapkan mampu membawa stabilitas karena ia sudah memahami alur kerja di dalam BGN sebelumnya.
Publik kini menantikan langkah-langkah baru yang akan diambil oleh kepemimpinan Nanik dalam mengelola Badan Gizi Nasional. Fokus utamanya tetap pada distribusi gizi yang merata dan efisiensi birokrasi di lembaga yang baru seumur jagung tersebut.
Transisi kepemimpinan ini menjadi sorotan penting bagi para pengamat kebijakan publik dan akademisi. Mengingat latar belakang Dadan yang sangat teknis sebagai akademisi, banyak pihak berharap kepemimpinan baru tetap menjaga basis data ilmiah dalam setiap kebijakan gizi.
Hingga saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai penugasan baru bagi Dadan Hindayana setelah melepas jabatan kepala lembaga tersebut. Dadan diprediksi akan kembali fokus mengembangkan dunia pendidikan di almamaternya, IPB University.