Meme Diktator Kylian Mbappe Viral di Media Sosial pada April 2026

Meme Diktator Kylian Mbappe Viral di Media Sosial pada April 2026
Foto: Ilustrasi Meme Diktator Kylian Mbappe Viral di Media Sosial pada April 2026.

Penyerang Real Madrid Kylian Mbappe menjadi perbincangan luas di media sosial setelah berbagai konten buatan kecerdasan buatan (AI) yang menggambarkannya sebagai sosok diktator viral pada April 2026. Unggahan tersebut menampilkan pemain asal Prancis itu mengenakan seragam militer lengkap dengan tanda pangkat.

Narasi mengenai perilaku otoriter di ruang ganti Los Blancos memicu gelombang meme tersebut setelah Real Madrid mencatatkan tren negatif dalam kompetisi domestik. Dilansir dari Detik Sport, konten visual ini semakin masif beredar menyusul kegagalan klub meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir bulan ini.

Akar dari pelabelan ini bermula pada awal tahun 2024 saat Mbappe mengancam akan menggugat seorang influencer Prancis karena masalah nama hidangan kebab. Kritik publik semakin tajam ketika sang pemain dituding menjadi penyebab mundurnya pelatih Xabi Alonso dari kursi kepelatihan Real Madrid pada awal 2026.

Perselisihan antara Mbappe dan Alonso dilaporkan terjadi akibat perbedaan pendapat mengenai pemberian penghormatan atau guard of honour untuk Barcelona di final Piala Super Spanyol 2026. Situasi internal ini membuat publik menjuluki Mbappe sebagai sosok yang mengatur klub dengan tangan besi.

Popularitas meme ini melonjak tajam di platform TikTok pada akhir Maret 2026 dengan jumlah penayangan mencapai 1,6 juta kali. Pengguna media sosial menyamakan gaya kepemimpinan sang bintang dengan tokoh-tokoh diktator sejarah, termasuk visualisasi yang menyerupai Mao Zedong.

Mbappe yang baru kembali merumput pada April 2026 setelah pulih dari cedera lutut gagal memberikan dampak positif instan bagi tim. Dalam tiga pertandingan penuh yang ia jalani, Real Madrid harus menelan dua kekalahan dan satu hasil imbang.

Para pendukung yang tidak puas kemudian menggunakan hasil buruk tersebut untuk menyebarkan narasi satire tentang ancaman Mbappe kepada rekan setim dan pelatih Arvalo Arbeloa. Hal ini dianggap sebagai bentuk protes penggemar terhadap pengaruh besar sang pemain di dalam struktur klub.

Artikel terkait

Rekomendasi