Memahami Gejala Borderline Personality Disorder Menurut Pakar Psikologi

Memahami Gejala Borderline Personality Disorder Menurut Pakar Psikologi
Foto: Ilustrasi Memahami Gejala Borderline Personality Disorder Menurut Pakar Psikologi.

Gangguan kesehatan mental dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap kondisi emosional, cara berpikir, hingga interaksi sosial seseorang. Salah satu kondisi yang menjadi perhatian adalah Borderline Personality Disorder atau BPD.

Borderline Personality Disorder diidentifikasi melalui ketidakstabilan emosi serta hubungan interpersonal yang fluktuatif, seperti dikutip dari Lifestyle. Kondisi ini memengaruhi cara individu mengelola perasaan dan membangun relasi dengan orang lain.

Intensitas emosi pada pengidap BPD cenderung sangat tinggi, berubah dalam waktu singkat, dan sering kali sulit untuk dikendalikan secara mandiri. Hal ini berdampak langsung pada aspek pekerjaan hingga proses pengambilan keputusan harian.

Individu dengan kondisi ini sering kali dihantui oleh ketakutan berlebihan akan ditinggalkan oleh orang terdekat. Dampaknya, mereka mengalami kesulitan besar dalam mempertahankan hubungan yang stabil dan sehat.

Carla Sharp, Direktur Developmental Psychopathology Lab, memaparkan bahwa BPD merupakan bagian dari gangguan kepribadian yang berpangkal pada kemampuan regulasi emosi. Hal ini berkaitan erat dengan cara seseorang menempatkan diri dalam lingkungan sosial.

"Orang dengan BPD mengalami periode emosi yang sangat intens dan sering kali sulit dikendalikan setelah adanya pemicu. Kondisi ini dapat mempengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri dan mengganggu hubungan," ujar Carla Sharp dikutip dari American Psychology Association.

Dalam perspektif psikologi modern, BPD kini dipandang sebagai sebuah spektrum dimensi kemampuan pengaturan diri, bukan lagi sekadar kategori diagnosis yang kaku. Pendekatan ini memberikan ruang pemahaman yang lebih luas terhadap kondisi psikologis seseorang.

Pergeseran sudut pandang ini terjadi karena banyaknya kasus BPD yang muncul bersamaan dengan gangguan lain. Sering kali ditemukan tumpang tindih gejala dengan kondisi depresi serta gangguan kecemasan akut.

Secara klinis, BPD ditandai dengan pola perilaku impulsif serta citra diri yang cenderung negatif. Perubahan suasana hati yang ekstrem menjadi ciri khas yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari pengidapnya.

Gejala tersebut mencakup tindakan berisiko yang dilakukan tanpa mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang. Dalam beberapa situasi tertentu, penderita juga berisiko melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri.

Penanganan yang tepat melalui metode terapi yang sesuai menjadi kunci utama bagi penderita. Carla Sharp menekankan bahwa dengan pendampingan profesional, individu dengan BPD tetap dapat belajar mengelola emosi untuk mencapai kehidupan yang lebih stabil.

Artikel terkait

Rekomendasi