Megawati Soekarnoputri Absen Open House Istana Negara

Megawati Soekarnoputri Absen Open House Istana Negara
Foto: Ilustrasi Megawati Soekarnoputri Absen Open House Istana Negara.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak menampakkan diri dalam agenda gelar griya atau open house yang dilaksanakan Presiden Prabowo Subianto. Acara halalbihalal tersebut berlangsung di Istana Negara pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Ketidakhadiran Megawati dalam acara resmi kenegaraan tersebut dipicu oleh pertemuan privat yang sudah dilakukan sebelumnya. Dilansir dari Investortrust, Megawati dan Prabowo telah bertemu secara personal beberapa hari sebelum Idulfitri.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut berlangsung dalam atmosfer yang hangat. Megawati memandang momen tersebut sebagai ajang silaturahmi antara dua kawan lama yang memiliki fokus pada persoalan bangsa.

"Ibu Megawati Soekarnoputri sudah bertemu dengan Bapak Presiden Prabowo beberapa hari yang lalu. Bahkan pertemuan dikatakan oleh Ibu Mega, 'teman lama', yang berlangsung sangat akrab, membahas berbagai persoalan bangsa dan negara," kata Hasto.

Hasto menambahkan bahwa dialog tersebut menjadi simbol penting bagi penguatan jati diri bangsa. Menurutnya, kerja sama melalui musyawarah dan gotong royong menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan Indonesia.

Selain absen dari Istana, Megawati juga dipastikan tidak mengadakan open house yang terbuka bagi pejabat pemerintah secara umum. Agenda Lebaran tahun ini difokuskan bagi lingkaran keluarga serta sahabat dekat di kediaman pribadinya.

"Ya, sebenarnya memang sejak kemarin kami sampaikan bahwa di dalam momentum Idulfitri ini, Ibu Mega bertemu dengan keluarga dan sahabat-sahabat beliau," tutur Hasto.

Meski tidak menggelar acara untuk publik, sejumlah perwakilan negara asing tetap diterima oleh Presiden ke-5 RI tersebut. Hasto menjelaskan ada beberapa duta besar negara sahabat yang mengajukan permohonan untuk bersilaturahmi langsung.

"Kemudian ada dubes yang mengajukan dan bertanya apakah memungkinkan untuk bertemu Ibu Mega, seperti Dubes Inggris," jelas Hasto.

Informasi mengenai agenda di rumah Megawati ini kabarnya hanya menyebar di kalangan terbatas. Hasto menyebut pola penyampaian informasi ini dilakukan secara getok tular atau dari mulut ke mulut antar-rekan sejawat saja.

"Jadi, kami memang tidak menggelar open house dan ini istilahnya getok tular, dari mulut ke mulut," ujar dia.

Pertemuan yang berlangsung di Gedung Badan Kebudayaan Nasional itu turut dihadiri oleh sejumlah diplomat teras. Nama-nama yang hadir meliputi Duta Besar Inggris, Iran, Palestina, serta perwakilan dari Wakil Duta Besar Rusia.

Artikel terkait

Rekomendasi