Investasi kini menjadi salah satu prioritas keuangan utama bagi generasi milenial dan gen Z setelah dana darurat berdasarkan data Indonesia Digital Economic and Financial Outlook 2024 dari Populix. Dilansir dari Investortrust, besar kecilnya pendapatan tidak menjadi penghalang untuk memulai investasi karena instrumen seperti emas dapat diakses dengan dana minim.
Chief Digital Officer Maybank Indonesia, Charles Budiman menyatakan bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk menabung emas, termasuk masyarakat dengan penghasilan setingkat upah minimum regional (UMR).
"As primadona investasi, emas memang memiliki sejumlah keunggulan yang cocok bagi para investor, baik pemula maupun berpengalaman. Dengan nilai cenderung naik, tingkat likuiditas baik, dan harga terjangkau, emas bisa menjadi pilihan tepat untuk kebutuhan investasi yang lebih aman dan stabil. Tahun yang baru, waktunya wujudkan resolusi finansial yang baru, mari bersama-sama memanfaatkan peluang dan meningkatkan kesejahteraan di masa mendatang," ujar Charles dalam keterangan resminya yang diterima investortrust.id, Selasa (5/3/2024).
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memulai investasi sesegera mungkin tanpa menunda. Waktu memiliki peran krusial dalam investasi, di mana memulai sejak usia muda memberikan risiko relatif lebih kecil karena tanggung jawab finansial yang masih rendah.
Langkah kedua melibatkan pengaturan alokasi dana secara cermat setelah menghitung pemasukan. Evaluasi seluruh pengeluaran secara ketat untuk memastikan tidak lebih besar dari pendapatan, lalu masukkan pos investasi ke dalam pengeluaran rutin bulanan agar langsung mengurangi penghasilan sebelum terkonsumsi untuk keinginan semata.
Konsistensi menjadi poin ketiga yang sangat penting bagi investor bermodal minim melalui tabungan emas digital. Jumlah investasi yang kecil tidak menjadi masalah asalkan dilakukan secara teratur dan didukung oleh kejelasan tujuan investasi, baik jangka pendek maupun jangka panjang seperti dana pendidikan atau pensiun.
Pemanfaatan Layanan Digital dan Pemantauan Harga
Langkah keempat adalah memanfaatkan produk emas digital seiring meningkatnya tren transaksi perbankan digital. Riset Indonesia Fintech Trends 2023 dari Jakpat mencatat penggunaan dompet digital mencapai 75 persen dan mobile/internet banking sebesar 45 persen, yang menegaskan kenyamanan berinvestasi secara praktis dan aman lewat genggaman.
Strategi terakhir adalah mengamati pergerakan harga emas secara berkala untuk membandingkan harga jual dan beli secara real-time. Melalui sistem digital, investor dapat memantau momentum terbaik untuk membeli saat harga rendah dan menjual ketika harga sedang naik.
Masyarakat yang tertarik memulai investasi kini dapat memanfaatkan Tabungan Emas Pegadaian di M2U ID App dari Maybank Indonesia. Produk emas digital dengan kadar kemurnian 24 karat ini menawarkan pembelian terjangkau mulai dari 0,01 gram atau senilai Rp10.000. Layanan ini menghapus kekhawatiran risiko kehilangan fisik emas serta dilengkapi fitur pembelian otomatis secara berkala baik mingguan maupun bulanan.