Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memantau langsung perkembangan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi penduduk di kawasan bantaran rel Senen, Jakarta, pada Minggu (19/4/2026). Langkah ini merupakan upaya percepatan penyediaan tempat tinggal layak bagi warga sebelum dilakukan penataan permanen.
Sebanyak 324 unit hunian sedang dibangun dengan target penyelesaian secara menyeluruh pada 15 Juni 2026. Dilansir dari Kompas, proyek ini melibatkan kolaborasi sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor konstruksi untuk memastikan warga mendapatkan fasilitas yang lebih aman dan tertata.
"Kita ingin memastikan masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan tertata. Huntara ini adalah solusi cepat sambil kita siapkan penataan permanen," ujar Maruarar Sirait, Menteri PKP.
Evaluasi di lapangan menunjukkan bahwa pengerjaan fisik unit huntara tersebut telah menunjukkan kemajuan signifikan. Maruarar memberikan apresiasi khusus terhadap kinerja Hutama Karya, Wijaya Karya, dan PP (Persero) yang mampu mempercepat pengerjaan melampaui ekspektasi awal.
"Saya memberikan apresiasi kepada BUMN karya seperti Hutama Karya, Wijaya Karya, dan PP (Persero). Progres pembangunan 324 unit huntara ini sangat luar biasa dan cepat, dengan target penyelesaian pada 15 Juni," tegas Maruarar Sirait, Menteri PKP.
Kendati menunjukkan tren positif, terdapat sejumlah kendala teknis terkait ketersediaan utilitas air bersih dan kelistrikan. Maruarar menyatakan akan segera melakukan koordinasi lintas instansi, termasuk berkomunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta serta kementerian terkait lainnya.
"Memang ada beberapa hal seperti PDAM, saya akan langsung berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta. Untuk PLN dan Telkom, akan saya koordinasikan dengan Pak Rosan dan Pak Doni. Ini harus kita selesaikan sebelum 15 Juni," jelas Maruarar Sirait, Menteri PKP.
Pemerintah merancang setiap unit huntara dengan fasilitas dasar berupa lemari, kipas angin, dan dua tempat tidur. Di area sekitar hunian, akan disediakan sarana penunjang bersama seperti dapur, tempat makan, fasilitas mandi cuci kakus (WC), mushola, serta ruang terbuka hijau.
"Satu unit huntara akan dilengkapi dua tempat tidur, lemari, dan kipas angin. Selain itu, kawasan ini juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti tempat makan, WC, dapur, mushola, dan ruang terbuka hijau," tambah Maruarar Sirait, Menteri PKP.
Proyek di kawasan Senen ini disebut sebagai bagian dari visi besar untuk menciptakan penataan perkotaan yang lebih manusiawi dan tertib. Maruarar juga menekankan bahwa instruksi presiden menjadi dasar utama dalam penyediaan perumahan bagi rakyat secara cepat.
"Terima kasih kepada teman-teman BUMN yang telah menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan perumahan rakyat secara cepat dan tepat," ujar Maruarar Sirait, Menteri PKP.