Maruarar Sirait Instruksikan Penggunaan Genteng Lokal di Menteng Tenggulun

Maruarar Sirait Instruksikan Penggunaan Genteng Lokal di Menteng Tenggulun
Foto: Ilustrasi Maruarar Sirait Instruksikan Penggunaan Genteng Lokal di Menteng Tenggulun.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mewajibkan penggunaan genteng hasil produksi UMKM lokal dalam proyek renovasi rumah di kawasan Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat, pada Jumat (24/4/2026). Langkah ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah pusat dalam memberdayakan produk dalam negeri.

Dilansir dari Kompas, penekanan pada penggunaan material lokal seperti dari Jatiwangi dan Plered menjadi prioritas dalam penataan pemukiman tersebut. Maruarar menegaskan bahwa seluruh jajaran kementerian harus mengikuti arahan terkait standarisasi material bangunan yang telah ditetapkan.

"Kita ini anak buahnya Presiden, Presiden program gentengisasi," ujar Maruarar saat meninjau proyek renovasi di Menteng Tenggulun, Jumat (24/04/2026).

Pernyataan tersebut merujuk pada komitmen kementerian untuk tidak menggunakan material di luar spesifikasi yang telah diarahkan, terutama untuk mendukung industri kerakyatan. Maruarar memberikan peringatan keras bagi pihak pelaksana agar tidak melanggar ketentuan penggunaan produk lokal tersebut.

"Kalau saya sudah ngomong begini kamu masih mau pakai genteng yang lain? Coba saja kalau berani," kata dia.

Proyek yang dinamakan Kampung Gotong Royong ini ditargetkan tuntas pada pertengahan Juni mendatang. Hingga saat ini, progres pengerjaan fisik telah menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan kondisi kawasan pada tiga bulan sebelumnya.

"Semua selesai 15 Juni," kata Politisi Partai Gerindra itu.

Data kementerian menunjukkan kemajuan renovasi telah menyentuh angka 11,89 persen dari total sasaran. Dari 152 unit rumah yang masuk dalam daftar penataan, dua unit telah rampung sepenuhnya sementara seratus satu unit lainnya sedang dalam masa pengerjaan intensif.

"Kita namakan ini Kampung Gotong Royong. Kenapa? Karena pembiayaannya ini gotong royong, kemudian juga me-manage-nya juga gotong royong," kata dia.

Manajemen kawasan ini akan dilakukan secara terpadu melalui koordinasi erat dengan masyarakat setempat. Penataan mencakup aspek luas mulai dari hunian, fasilitas ibadah, infrastruktur jalan, hingga sanitasi umum dan area parkir bagi warga.

"Ini pemukiman, di-manage utuh semuanya, jangan ada yang kelewat. Kalau di-manage perlu ada biaya, orang, aturan, hingga kesepakatan. Jadi tolong diajak warga untuk berembuk," ujar Maruarar.

Sisi pemberdayaan ekonomi juga diperhatikan melalui kolaborasi dengan sektor perbankan untuk membina puluhan UMKM di lingkungan tersebut. Sebanyak 10 bank terlibat dalam pendampingan pelaku usaha kecil guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di Menteng Tenggulun.

"Jadi mesti dibina (para UMKM) oleh banker-banker itu," ujar Maruarar.

Pemerintah berencana mereplikasi konsep penataan tanpa dana APBN ini ke wilayah lain jika proyek di Jakarta menunjukkan keberhasilan. Beberapa kota besar di luar ibu kota sudah mulai dipetakan sebagai lokasi penerapan program selanjutnya.

"Sesudah ini bagus dan berjalan, kita akan buat di beberapa kota lagi di Indonesia," kata Maruarar.

Pelaksanaan program ini mengandalkan sinergi lintas sektor yang melibatkan TNI AL, asosiasi arsitek, lembaga keuangan non-bank, perusahaan swasta, hingga pemerintah daerah. Sisa rumah yang berjumlah 49 unit rencananya akan mulai dikerjakan pada 30 April 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi