Minum Kopi Dua Cangkir Sehari Berpotensi Kurangi Risiko Stres

Minum Kopi Dua Cangkir Sehari Berpotensi Kurangi Risiko Stres
Foto: Ilustrasi Minum Kopi Dua Cangkir Sehari Berpotensi Kurangi Risiko Stres.

Konsumsi kopi dalam jumlah tertentu ternyata tidak hanya memberikan efek segar pada tubuh, tetapi juga memiliki potensi besar dalam menjaga kesehatan mental manusia.

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa minum kopi dengan dosis moderat secara rutin berkaitan erat dengan penurunan risiko gangguan suasana hati serta tingkat stres seseorang.

Laporan yang dikutip dari Lifestyle menunjukkan bahwa temuan ilmiah ini telah dipublikasikan secara resmi melalui Journal of Affective Disorders pada 21 April 2026.

Para ahli memberikan catatan penting bahwa manfaat kesehatan ini hanya akan muncul apabila kopi dikonsumsi dalam takaran yang pas dan tidak dilakukan secara berlebihan.

Berdasarkan hasil studi tersebut, jumlah konsumsi yang dianggap paling optimal untuk menekan risiko stres adalah antara dua hingga tiga cangkir kopi per hari.

Tim peneliti melakukan analisis mendalam terhadap data dari 461.586 peserta dalam rentang waktu observasi rata-rata mencapai 13,4 tahun untuk mendapatkan kesimpulan ini.

Selama periode penelitian, tercatat sebanyak 18.220 individu mengalami gangguan suasana hati dan 18.547 orang lainnya teridentifikasi mengalami gangguan stres.

Data menunjukkan bahwa kelompok yang mengonsumsi dua sampai tiga cangkir kopi setiap harinya menempati posisi dengan risiko gangguan mental paling rendah dibanding kelompok lain.

Risiko Konsumsi Kopi Berlebihan

Peneliti menemukan adanya pola kurva J dalam hubungan antara kebiasaan minum kopi dengan kondisi kesehatan mental seseorang.

Meskipun kopi memberikan dampak positif pada dosis moderat, manfaat tersebut cenderung menghilang atau justru berbalik menjadi risiko jika jumlahnya terlalu banyak.

"Konsumsi lebih tinggi, terutama lima cangkir atau lebih per hari, tidak memberikan manfaat tambahan dan bahkan bisa meningkatkan risiko," kata Xiang Gao, MD, PhD, penulis studi dan profesor dari Fudan University.

Hasil temuan ini menekankan betapa pentingnya bagi setiap individu untuk senantiasa menjaga keseimbangan dalam mengonsumsi asupan kafein harian mereka.

Mekanisme Zat Aktif Kopi terhadap Otak

Efektivitas kopi dalam memengaruhi kondisi psikis manusia berasal dari kandungan zat aktif di dalamnya, terutama kafein serta senyawa antioksidan.

Kafein bekerja dengan cara memengaruhi neurotransmitter penting di dalam otak, seperti dopamin dan serotonin, yang memegang peranan vital dalam mengatur stabilitas suasana hati.

"Zat aktif dalam kopi dapat memengaruhi kewaspadaan dan suasana hati seseorang," jelas Gao.

Kinerja zat-zat tersebut membantu seseorang untuk merasa jauh lebih fokus sekaligus menciptakan kondisi emosional yang cenderung lebih stabil dalam beraktivitas.

Kaitan dengan Peradangan dan Pola Hidup

Selain bekerja pada sistem saraf pusat, kopi juga memiliki peran dalam menekan tingkat peradangan yang terjadi di dalam tubuh manusia secara sistemik.

Peter R. Martin, MD, selaku profesor Psikiatri dari Vanderbilt University, menyatakan bahwa kandungan dalam biji kopi mampu membantu tubuh mengurangi stres oksidatif.

Stres oksidatif merupakan kondisi biologis yang sering kali dikaitkan dengan kerusakan sel-sel tubuh serta memicu berbagai gangguan pada kesehatan mental.

Kopi juga efektif dalam meminimalkan rasa lelah secara fisik, sehingga memungkinkan seseorang untuk tetap aktif dan produktif dalam menjalankan rutinitas harian.

Variasi Respons Tubuh terhadap Kafein

Meskipun ada batas ideal secara umum, penelitian ini juga mencatat bahwa efek kopi terhadap stres tidak berdiri sendiri dan dipengaruhi oleh faktor gaya hidup lainnya.

Xiang Gao memberikan catatan bahwa individu yang mengonsumsi kopi dalam jumlah sedikit biasanya cenderung memiliki kualitas serta waktu tidur yang lebih mencukupi.

Di sisi lain, setiap individu memiliki sensitivitas dan respons biologis yang berbeda-beda terhadap asupan kafein yang masuk ke dalam sistem tubuh mereka.

Yvette Sheline, MD, dari University of Pennsylvania menegaskan bahwa kondisi fisik masing-masing orang sangat menentukan efektivitas dari kopi yang mereka minum.

"Setiap orang memiliki titik ideal masing-masing dalam mengonsumsi kafein," ujarnya.

Bagi sebagian orang yang memiliki sensitivitas tinggi, konsumsi kafein yang berlebihan justru dapat memicu munculnya rasa cemas yang mengganggu kenyamanan.

Memahami batasan tubuh sendiri dan menjaga konsumsi harian tetap pada angka dua hingga tiga cangkir menjadi kunci untuk mendapatkan manfaat maksimal dari kopi.

Artikel terkait

Rekomendasi