Aktivitas di Ruang Terbuka Hijau Turunkan Hormon Stres dalam 20 Menit

Aktivitas di Ruang Terbuka Hijau Turunkan Hormon Stres dalam 20 Menit
Foto: Ilustrasi Aktivitas di Ruang Terbuka Hijau Turunkan Hormon Stres dalam 20 Menit.

Paparan alam terbuka terbukti secara ilmiah mampu memicu perubahan biologis positif pada tubuh manusia, mulai dari menekan hormon stres hingga menstabilkan tekanan darah. Manfaat kesehatan tersebut dapat diraih hanya dengan meluangkan waktu selama 20 menit di ruang terbuka hijau pada Senin (20/4/2026), sebagaimana dilansir dari Lifestyle.

Perubahan fisik akibat interaksi dengan alam mencakup penurunan tekanan darah dan perlambatan detak jantung yang mendukung penenangan fisiologis. Sebuah riset di Inggris terhadap 20.000 peserta menunjukkan bahwa durasi 120 menit per minggu di area hijau meningkatkan kesejahteraan psikologis secara signifikan.

Profesor keanekaragaman hayati di Oxford University, Baroness Kathy Willis, menjelaskan bahwa sistem saraf otonom manusia akan langsung merespons saat individu berinteraksi dengan elemen alam seperti pepohonan atau aroma pinus.

"Kita melihat perubahan pada tubuh seperti penurunan tekanan darah, perubahan variabilitas detak jantung, dan jantung berdetak lebih lambat. Semuanya terkait dengan penenangan fisiologis," ungkap Baroness Kathy Willis.

Willis menambahkan bahwa berada di luar ruangan secara aktif menurunkan kadar kortisol dan adrenalin yang biasanya meningkat saat seseorang merasa cemas.

"Sebuah studi menemukan bahwa orang-orang di kamar hotel selama tiga hari yang menghirup minyak Hinoki (cemara Jepang) mengalami penurunan besar hormon adrenalin dan peningkatan besar sel-sel pembunuh alami dalam darah mereka," papar Baroness Kathy Willis.

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa aroma hutan cemara mampu menenangkan pikiran dalam waktu 90 detik. Willis juga menyoroti peran molekul organik yang masuk ke aliran darah melalui pernapasan saat berada di area pepohonan.

"Saat kamu menghirupnya, beberapa molekul masuk ke aliran darah," kata Baroness Kathy Willis.

Interaksi dengan alam juga memperkaya mikrobioma pencernaan melalui bakteri baik yang ditemukan pada tanah dan tanaman.

"Itu adalah jenis bakteri baik yang sama yang kita bayar dalam probiotik atau minuman," jelas Baroness Kathy Willis.

Profesor dari University of Illinois di Urbana-Champaign, Ming Kuo, turut menegaskan bahwa lingkungan alam memiliki kemampuan untuk menyeimbangkan kondisi sistem internal tubuh manusia.

"Alam menenangkan apa yang perlu ditenangkan, dan memperkuat apa yang perlu diperkuat," kata Ming Kuo.

Kuo menyatakan bahwa liburan singkat di alam terbuka memiliki dampak yang signifikan bagi penguatan sistem kekebalan tubuh.

"Menghabiskan libur akhir pekan selama tiga hari di alam terbuka memberikan dampak luar biasa bagi sistem imun kita," ujar Ming Kuo.

Dukungan terhadap paparan alam sejak dini disampaikan oleh Dr. Chris van Tulleken yang menilai bahwa senyawa alami dari tanaman membantu tubuh melawan penyakit.

"Alam adalah lingkungan yang 'menggelitik' sistem kekebalan tubuh," ujar Dr. Chris van Tulleken.

Efek relaksasi serupa dapat dihadirkan di dalam rumah melalui penggunaan tanaman atau minyak esensial bagi individu yang memiliki rutinitas padat. Menatap gambar lanskap pemandangan atau objek berwarna hijau pada layar komputer juga dilaporkan mampu menekan tingkat stres.

Artikel terkait

Rekomendasi