Proses pembuangan gas atau kentut merupakan bagian alami dari sistem pencernaan manusia yang sangat krusial. Gas ini muncul saat bakteri di usus mengolah makanan atau akibat udara yang tertelan tanpa sengaja.
Melepaskan gas secara rutin berperan penting dalam menjaga keseimbangan saluran cerna. Dikutip dari Lifestyle, kebiasaan menahan dorongan buang angin justru berisiko memicu kondisi perut kembung.
"Perut kita itu sebenarnya ruang tertutup yang terbatas. Jadi, saat gas menumpuk di sana, rasanya persis seperti sedang meniup balon di dalam kotak kecil," kata Pornchai Leelasinjaroen, MD, ahli gastroenterologi di Gastro Health.
Menurut dr. Lee, rasa begah merupakan sinyal bahwa saluran pencernaan sedang mengalami peregangan. Berikut adalah berbagai manfaat buang angin bagi kesehatan tubuh.
Udara yang terperangkap di saluran cerna menjadi penyebab utama munculnya rasa sesak yang membuat pakaian terasa sempit di area pinggang. Kondisi ini biasanya semakin memburuk seiring bertambahnya aktivitas dari siang hingga sore hari.
"Beberapa pasien bahkan menunjukkan kepada saya foto ketika mereka terlihat seperti orang hamil," ujar dr. Lee.
Mengeluarkan gas memberikan jalan keluar instan bagi udara yang menyumbat tersebut. Supriya Rao, MD, dari American Gastroenterological Association, menyatakan bahwa kentut memberikan kelegaan cepat untuk mengempiskan perut.
Menjadi Alarm Deteksi Masalah Kesehatan
Aroma serta frekuensi buang angin dapat menjadi indikator awal mengenai kondisi kesehatan usus. Hal ini mencakup pendeteksian intoleransi makanan atau gangguan pencernaan lainnya sejak dini.
Sistem pencernaan yang bergerak terlalu cepat sering kali ditandai dengan kentut yang disertai diare. Sebaliknya, proses transit makanan yang lambat di usus dapat memicu sembelit dalam jangka waktu lama.
"Peningkatan gas, kembung, atau bau yang lebih kuat, bisa menjadi tanda awal ada sesuatu yang tidak beres," kata dr. Rao.
Menurunkan Tingkat Ketegangan dan Stres
Gas yang terjebak di perut tidak hanya menimbulkan rasa sakit fisik, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis seseorang secara menyeluruh.
"Ketika perutmu terasa kencang atau tertekan, itu dapat memicu respons stres tubuhmu dan membuat segalanya terasa lebih buruk," tutur dr. Rao.
Bagi penderita sindrom iritasi usus besar (IBS), kelebihan gas bisa sangat mengganggu rutinitas. Dr. Lee menjelaskan bahwa otak terkadang menafsirkan jumlah gas normal sebagai rasa sakit yang berlebihan pada pasien tersebut.
Buang angin membantu menenangkan tubuh dengan mengaktifkan kembali sistem saraf parasimpatis. Hal ini secara efektif meredakan ketegangan yang dirasakan akibat tekanan di area perut.
Indikator Aktivitas Bakteri Baik
Terbentuknya gas adalah bukti biologis bahwa triliunan bakteri baik di dalam usus sedang bekerja menguraikan nutrisi. Bakteri ini membutuhkan asupan serat tinggi untuk menjalankan proses fermentasi.
"Gas adalah produk sampingan dari bakteri usus yang memfermentasi serat dan nutrisi. Jadi, itu (kentut) sering kali merupakan pertanda bahwa mikrobiomau aktif dan hidup, yang mana merupakan hal yang baik," jelas dr. Lee.
Aktivitas mikrobioma yang sehat ini merupakan tanda positif bagi ekosistem usus. Namun, pemeriksaan medis tetap disarankan jika pola buang angin mulai mengganggu kenyamanan hidup sehari-hari.