MAMI Siapkan Strategi Saham Energi Proteksi Reksa Dana Saat Konflik AS-Iran

MAMI Siapkan Strategi Saham Energi Proteksi Reksa Dana Saat Konflik AS-Iran
Foto: Ilustrasi MAMI Siapkan Strategi Saham Energi Proteksi Reksa Dana Saat Konflik AS-Iran.

Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menerapkan strategi khusus dalam mengelola portofolio reksa dana saham. Langkah ini diambil guna menghadapi situasi geopolitik yang memanas akibat konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Dikutip dari Investortrust, emiten pengelola dana ini memutuskan untuk mengalihkan fokus pada saham-saham di sektor komoditas dan juga energi.

ÔÇ£Dalam situasi yang penuh ketidakpastian, strategi yang kami terapkan adalah memastikan diversifikasi yang optimal dan memosisikan portofolio untuk jangkauan skenario yang luas,ÔÇØ jelas Senior Portfolio Manager Equity Manulife Aset Manajemen Indonesia Rizki Ardhi, di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Rizki Ardhi menilai sektor komoditas serta energi dapat menjadi pelindung portofolio dari tekanan kenaikan fluktuasi nilai tukar Rupiah. Terlebih lagi, harga energi berpotensi tetap tinggi dalam beberapa waktu mendatang.

Kondisi tersebut dipicu oleh langkah banyak negara yang mulai beralih melakukan diversifikasi energi ke sumber alternatif. Pilihan sumber energi lain itu mencakup batu bara hingga biodiesel.

Di sisi lain, sektor komoditas diperkirakan bergerak lebih selektif. Hal ini terjadi karena permintaan global berisiko mengalami penurunan sebagai dampak dari ancaman stagflasi.

Namun, Rizki Ardhi menyebutkan bahwa sejumlah komoditas tertentu justru sedang mengalami kondisi defisit. Potensi permintaan di masa depan tercatat lebih besar dibandingkan dengan pasokan yang tersedia.

Faktor pendorongnya adalah perubahan tren struktural di tingkat global. Beberapa di antaranya meliputi akselerasi transisi menuju energi bersih serta perkembangan elektrifikasi.

Untuk proyeksi jangka panjang, MAMI menilai saham di sektor konsumsi domestik sudah berada di posisi yang cukup murah. Sektor ini berpeluang bergerak ke arah positif seiring dengan penurunan input cost, seperti efisiensi biaya operasional dan bahan baku.

ÔÇ£Sektor domestik, seperti konsumsi juga sudah cukup murah dan akan beranjak lebih positif bila situasi geopolitik membaik dan pertumbuhan ekonomi Indonesia terus meningkat,ÔÇØ ujarnya.

Sementara itu, pergerakan saham yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap mata uang Dolar AS serta harga minyak mentah dunia diproyeksikan mengalami kenaikan dalam waktu dekat.

ÔÇ£Di sektor komoditas, ada beberapa komoditas yang memiliki defisit atau tren struktural, seperti tembaga, aluminium, dan emas, yang mana produsennya akan diuntungkan,ÔÇØ pungkas Rizki.

Artikel terkait

Rekomendasi