Istilah ultra-processed food (UPF) belakangan ini semakin ramai dibahas di media sosial karena banyak makanan kemasan yang mulai dicurigai sebagai UPF dan dianggap otomatis tidak sehat. Padahal, tidak semua pangan olahan memiliki karakteristik maupun kandungan gizi yang sama, di mana beberapa produk justru tetap mengandung zat gizi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Berikut adalah 5 makanan yang kerap dianggap UPF padahal belum tentu memiliki dampak kesehatan yang sama:
- Sarden Kalengan ÔÇö Produk ini bisa masuk kategori processed foods atau ultra-processed foods tergantung komposisinya, di mana varian dengan isi sederhana seperti ikan, garam, minyak, atau saus tomat tanpa banyak aditif tambahan biasanya lebih dekat ke processed foods.
- Susu UHT ÔÇö Klasifikasi susu UHT plain tanpa banyak tambahan masih sering diperdebatkan oleh para peneliti antara masuk ke processed foods atau ultra-processed foods, sedangkan produk dengan tambahan perisa dan formulasi kompleks lebih sering masuk kategori UPF.
- Yogurt ÔÇö Meskipun yogurt kemasan dengan tambahan perisa atau pemanis sering dimasukkan dalam pembahasan UPF, beberapa penelitian menemukan bahwa dampak kesehatannya berbeda dan tidak seburuk kelompok UPF lainnya.
- Nugget dan Bakso ÔÇö Mayoritas produk ini masuk dalam ultra-processed foods karena merupakan hasil formulasi industri dengan tambahan pengawet dan aditif, tetapi bakso tradisional dengan komposisi sederhana bisa memiliki klasifikasi yang berbeda.
- Whole-Grain Bread atau Sereal Tertentu ÔÇö Berdasarkan sistem NOVA, produk ini tetap bisa dikategorikan sebagai ultra-processed foods karena proses formulasi dan bahan tambahannya, meskipun beberapa studi menunjukkan dampak kesehatannya tidak selalu sama dengan kelompok UPF lain seperti minuman manis.
Kesalahpahaman tentang ultra-processed food (UPF) saat ini sudah melebar ke mana-mana, termasuk adanya kegaduhan mengenai status sarden kalengan. Namun perlu diingat, status apakah suatu makanan termasuk UPF atau bukan tidak serta-merta menjadi satu-satunya penentu apakah produk tersebut lebih sehat atau tidak.